“Bolong”, Film Horor Indonesia Siap Debut di Rotterdam 2026

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Film horor Indonesia kembali mendapatkan ruang besar setelah Hanung Bramantyo memperkenalkan *Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi*, sebuah proyek ambisius yang memadukan misteri historis dengan unsur gaib khas mitologi Nusantara. Sejak diperkenalkan dalam konferensi pers pada 21 November 2025 oleh Adhya Pictures dan Dapur Film, film ini langsung memicu antusiasme karena akan menjalani world premiere di International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026, sebuah capaian yang menandai kekuatan horor Indonesia di kancah internasional.

Film ini mengambil latar Lubang Buaya era 1960-an, namun tidak berupaya mengulang narasi sejarah yang selama ini dikaitkan dengan peristiwa kelam tersebut. Hanung memilih untuk membangun cerita baru melalui sudut pandang mitos, rumor, dan berbagai cerita rakyat yang berkembang di masyarakat. Narasi ini berawal dari serangkaian pembunuhan misterius yang terjadi pada tanggal 30 setiap bulan dengan pola mengerikan berupa lubang besar di tubuh korban dan pesan aneh yang tercoret di wajah mereka.

Pendekatan Hanung dalam film ini mendapat banyak perhatian karena ia berusaha menyoroti bagaimana imajinasi masyarakat sering kali lebih kuat daripada fakta sejarah. Ia ingin menggali sisi psikologis masyarakat Indonesia yang hidup berdampingan dengan legenda urban dan cerita gaib. Melalui pendekatan tersebut, *Bolong* hadir sebagai karya yang bukan hanya menakutkan secara visual, tetapi juga membangkitkan rasa ingin tahu mendalam tentang akar ketakutan masyarakat.

- Advertisement -

Para pemain yang terlibat dalam proyek ini memperkuat intensitas cerita. Baskara Mahendra, Carissa Perusset, Khiva Iskak, dan Anya Zen menjadi aktor utama yang membawa dinamika karakter kompleks ke cerita. Carissa, dalam keterangannya, menyebut bahwa perannya kali ini menuntut pendalaman psikologis yang intens, membuat pengalaman syuting menjadi proses yang penuh tantangan namun juga memuaskan secara artistik.

Hanung membangun atmosfer film dengan elemen visual kuat yang menggabungkan tone gelap, set historis, dan pencahayaan minimalis untuk menghasilkan nuansa mencekam. Strategi ini memperkuat konsep film sebagai horor yang tidak bergantung pada kejutan instan, melainkan ketegangan yang dibangun dari cerita dan suasana. Potongan gambar dalam konferensi pers memperlihatkan gaya visual yang modern namun tetap menghormati konteks sejarah.

Sebagai film Indonesia yang kembali masuk dalam program IFFR, *Bolong* diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta film horor dunia. Setelah *Gowok: Kamasutra Jawa*, ini menjadi kedua kalinya Hanung hadir di festival tersebut, memperlihatkan konsistensinya dalam menghadirkan cerita unik yang menarik perhatian kurator internasional.

Penayangan film ini di Indonesia dijadwalkan berlangsung pada 2026, menjadikannya salah satu film paling ditunggu tahun depan. Teaser poster yang dirilis memperlihatkan atmosfer misterius yang langsung memicu diskusi panjang di media sosial. Publik mulai membuat teori dan spekulasi tentang hubungan antara korban, tanggal kejadian, dan pesan-pesan misterius yang tertinggal.

- Advertisement -

Bagi penonton yang ingin mengikuti perkembangan terbaru, akun media sosial resmi film ini menyediakan update rutin mengenai trailer, materi promosi, hingga jadwal rilis. Dengan segala elemen naratif dan visual yang ditawarkan, *Bolong: 309 Hari Sebelum Tragedi* diprediksi menjadi salah satu film horor lokal paling berpengaruh pada 2026. ich

Read more

NEWS