Baru Umur 16 Tahun, Pelajar Tangerang Ini Ciptakan Alat Aneh, Bisa Baca Stres Pengemudi Sebelum Kecelakaan!

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kota Tangerang melalui karya inovatif berbasis teknologi. Annisa Fitriandanu, siswi kelas 11 SMKN 3 Kota Tangerang, berhasil meraih juara dua tingkat nasional dalam ajang Pelopor Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Tahun 2025 kategori Teknologi. Karyanya yang diberi nama Stress Detector Box dinilai mampu menjawab tantangan serius keselamatan transportasi dengan pendekatan berbeda, yakni lewat analisis kondisi psikologis pengendara.

Penghargaan itu diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI pada acara Pemberian Penghargaan Keselamatan Transportasi Darat yang digelar di Ruang Nanggala, Gedung Cipta Lantai 7, Kementerian Perhubungan. Keberhasilan Annisa menjadi bukti bahwa generasi muda Kota Tangerang mampu menghadirkan gagasan segar di bidang teknologi sekaligus menjawab isu keselamatan lalu lintas.

Annisa, kelahiran Jakarta 24 Desember 2008, menjelaskan bahwa ide tersebut lahir dari kepeduliannya terhadap tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Menurutnya, kondisi psikologis pengendara kerap luput dari perhatian, padahal faktor ini memiliki peran besar dalam memicu kecelakaan. Karena itu, ia berusaha menghubungkan teknologi dengan aspek mental melalui perangkat yang bisa memberi peringatan dini.

- Advertisement -

Stress Detector Box yang dikembangkan Annisa bekerja dengan tiga sensor utama, yaitu sensor kebisingan, sensor suhu, dan sensor polusi udara. Data yang ditangkap sensor kemudian diolah dengan software khusus untuk memetakan kondisi psikologis pengendara. Dari situ, muncul parameter yang menunjukkan tingkat stres atau risiko ketidakstabilan emosi sebelum seseorang memulai perjalanan.

Bagi Annisa, pemanfaatan teknologi keamanan transportasi semacam ini bisa menjadi terobosan. Ia berharap perangkat yang masih dalam tahap pengembangan ini dapat dimanfaatkan lebih luas sebagai langkah preventif. Dengan begitu, kecelakaan tidak hanya dicegah melalui regulasi teknis dan infrastruktur, tetapi juga lewat kesiapan mental para pengendara.

Kebanggaan semakin terasa karena proses pengembangan alat ini dilakukan Annisa selama enam bulan secara mandiri. Ia mengaku harus menghadapi berbagai keterbatasan, terutama soal waktu dan proses pengujian. Namun, semangat untuk terus menyempurnakan inovasi menjadi motivasi terbesarnya.

Annisa menyebut, tantangan ini tidak akan menghentikan langkahnya untuk membawa gagasan lebih jauh. Ia menilai, pengembangan lanjutan dengan dukungan riset yang lebih mendalam bisa menjadikan Stress Detector Box sebagai teknologi praktis yang bermanfaat di jalan raya.

- Advertisement -

Harapan Annisa sederhana namun kuat: agar para pengendara semakin sadar bahwa keselamatan tidak hanya soal rambu, kecepatan, atau kondisi kendaraan, melainkan juga kesiapan mental. Baginya, teknologi dapat menjadi mitra penting manusia dalam menjaga keamanan di jalan, dan inovasi dari generasi muda bisa menjadi kunci untuk mengurangi angka kecelakaan di masa depan. ich

Read more

NEWS