Jakarta, Channelsatu.com – Setelah sukses besar dengan Selembut Kapas Sekeras Baja, penulis dan aktivis kemanusiaan Ayu Aida kembali menancapkan pengaruhnya dalam dunia literasi Islam lewat karya terbaru berjudul Seberkah Al Aqsa Sesuci Ka’bah. Buku ini resmi dirilis sebagai bagian dari trilogi spiritual dan kemanusiaan, menyatukan pengalaman batin dan aksi nyata membela Palestina melalui lensa kehidupan sehari-hari seorang perempuan pejuang. Sebagai pengusaha yang konsisten menanamkan nilai Islam dalam bisnis, Ayu mengajak pembaca menggali makna berdagang dengan Allah dalam setiap lembar kisahnya.
Melalui narasi yang menyentuh hati, Ayu membawa pembaca menjelajahi spiritualitas dalam ranah bisnis, keluarga, dan perjuangan membela hak-hak rakyat Palestina. Buku ini bukan fiksi atau motivasi biasa. Ia adalah refleksi hidup, testimoni perjuangan, dan panduan aplikatif untuk hidup dalam keberkahan dunia dan akhirat. Bagi pembaca Muslim yang ingin menyeimbangkan peran sebagai hamba dan pejuang, buku ini menjadi teman yang relevan dan penuh makna.
Gaya bahasa yang hangat dan personal membuat buku ini mudah dicerna namun mengena di hati. Ayu tak hanya bercerita, ia menghidupkan pengalaman. Pembaca tak sekadar membaca kisah inspiratif, tetapi ikut merasakan semangat juang seorang perempuan dalam menembus batas kehidupan spiritual dan sosial. Keberanian Ayu menuliskan bagian-bagian getir hidupnya menjadikan buku ini begitu autentik.
Popularitas buku ini turut ditopang oleh gerakan nyata yang telah dilakukan Ayu Aida di lapangan. Ia bersama suaminya, Oday Al Akhras, membangun rumah layak huni di Gaza yang menjadi tempat perlindungan warga selama tragedi 7 Oktober. Ia juga mendirikan Markas Tahfidz Quran Aida Jannah yang kini membina 130 anak Palestina, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan melalui produk-produk Bilaadi, bisnis syariah yang ia rintis.
Buku ini pun mendapat sambutan hangat dari berbagai komunitas literasi Islam. Banyak yang menyebutnya sebagai “manifesto keberkahan” karena menyatukan nilai spiritual, etos kerja, dan cinta terhadap sesama dalam satu karya. Tanpa perlu retorika berlebihan, Ayu menyuguhkan kebenaran dengan ketulusan. Dan di situlah letak kekuatan utamanya.
Dari sisi produksi, buku ini dicetak dengan desain elegan yang menggambarkan simbol Ka’bah dan Al Aqsa sebagai pengingat tujuan hidup. Visual ini memperkuat pesan naratifnya: bahwa keberkahan hanya hadir saat kita berani menempuh jalan yang benar meski sulit. Tak heran jika banyak pembaca menjadikan buku ini sebagai hadiah dan bacaan keluarga.
Sebagai sosok publik, Ayu telah membuktikan bahwa tulisan dan tindakan bisa bersatu. Ia tidak hanya berbicara tentang jihad ekonomi, ia melakukannya. Dari membangun masjid untuk orang tua hingga membiayai umrah orang lain, semuanya dilakukan tanpa utang dan penuh keberkahan. Kisahnya memberi harapan baru bagi umat yang ingin bangkit secara finansial dan spiritual.
Buku Seberkah Al Aqsa Sesuci Ka’bah bukan hanya buku bacaan, melainkan ajakan untuk bertindak. Ia membuka pintu bagi siapa saja yang ingin hidup bermakna, berani berbeda, dan tetap tegar membela kebenaran. ich
