DANA Bisnis Bantu Pengusaha Laundry Kelola Keuangan

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Digitalisasi kini menjadi pembeda utama di tengah menjamurnya bisnis laundry sebagai bagian dari pertumbuhan UMKM Indonesia. Di kawasan permukiman padat hingga area perkantoran, usaha penatu semakin mudah ditemukan. Namun tantangan bukan lagi sekadar hasil cucian bersih dan wangi, melainkan bagaimana membangun presence digital agar mudah ditemukan di pencarian “laundry dekat sini”, respons cepat via ponsel, dan operasional yang lebih tertata.

Banyak pelaku usaha laundry masih mengandalkan promosi tradisional dari mulut ke mulut. Padahal, perilaku konsumen telah berubah. Calon pelanggan kini terbiasa membuka Google Maps, membaca ulasan, lalu memesan lewat WhatsApp. Tanpa visibilitas digital, bisnis sulit ditemukan, respons lambat, dan pencatatan transaksi kerap berantakan karena volume kecil namun sering.

Muhammad Irfan, pemilik Mau Laundry, merasakan langsung perubahan ini. Di awal usaha, pelanggan hanya datang dari lingkungan sekitar kios. Untuk memperluas jangkauan, ia aktif memperbarui foto dan informasi di Google Maps, memastikan jam operasional akurat, serta rutin membalas ulasan pelanggan. Strategi sederhana ini membuat Mau Laundry lebih mudah muncul saat orang mencari “laundry terdekat” di Jakarta Timur dan Bekasi.

- Advertisement -

Selain itu, Irfan memanfaatkan WhatsApp sebagai “meja depan” digital. Ia menyapa pelanggan lama ketika order sedang sepi dan menawarkan layanan antar-jemput tanpa biaya tambahan di area sekitar. Pendekatan personal ini terbukti menjaga loyalitas sekaligus menarik pelanggan baru yang sibuk dan mengutamakan kepraktisan.

Digitalisasi juga menyentuh aspek pembayaran. Irfan membiasakan pelanggan menggunakan QRIS agar nominal transaksi selalu pas dan tercatat otomatis. Untuk pengelolaan, ia menggunakan DANA Bisnis sehingga riwayat pembayaran laundry dapat dipantau langsung dari ponsel tanpa harus menghitung uang tunai setiap hari.

Dengan pencatatan digital, risiko selisih hitung dan pembayaran tertunda dapat ditekan. Setiap transaksi terekam rapi, memudahkan rekonsiliasi antara cucian yang diambil dan pembayaran yang masuk. Sistem ini membuat operasional lebih efisien, terutama saat volume cucian meningkat di akhir pekan.

Langkah berikutnya adalah memisahkan uang usaha dan uang pribadi. Melalui akun DANA Bisnis, arus kas Mau Laundry tercatat terpisah sehingga Irfan bisa melihat pemasukan bersih dan menghitung biaya operasional secara akurat. Keputusan belanja deterjen, plastik laundry, hingga kebutuhan harian tidak lagi berdasarkan perkiraan semata.

- Advertisement -

“Setelah bertahun-tahun menjalankan laundry dan mulai menggunakan DANA Bisnis, saya bisa lebih mudah membaca kondisi usaha saya,” ujar Irfan. Kini, Mau Laundry beroperasi di Jakarta Timur dan Bekasi, serta membuka peluang franchise. Digitalisasi sederhana terbukti membuat UMKM laundry lebih stabil, efisien, dan siap berkembang. ich

Read more

NEWS