Ketika Dendam dan Keserakahan Menjadi Teror Utama di “Kafir”

Share

Jakarta, Channelsatu.com – Ambisi “Kafir: Gerbang Sukma” sebagai sekuel horor psikologis ditegaskan melalui pendekatan penyutradaraan yang lebih brutal sekaligus sinematik. Sutradara Azhar Kinoi Lubis menyebut film ini dirancang untuk melampaui atmosfer film pertamanya, dengan storytelling yang lebih emosional, eksplorasi gore yang diperluas, serta misteri yang dipadatkan.

Menurut Azhar, tantangan terbesar dalam menggarap sekuel ini adalah ekspektasi penonton. Ia berusaha menjaga identitas horor Kafir sembari mendorong batas visual dan emosi, agar penonton tidak hanya menyaksikan teror, tetapi ikut terperangkap dalam dinamika batin keluarga Sri.

Atmosfer kelam dibangun perlahan melalui relasi antarkarakter, bukan sekadar rangkaian adegan mengejutkan. Dengan demikian, horor hadir sebagai akumulasi rasa takut, trauma, dan konflik yang saling menekan, menciptakan pengalaman menonton yang lebih intens dan melelahkan secara emosional.

- Advertisement -

Tema trauma keluarga dan konsekuensi dosa masa lalu menjadi benang merah yang konsisten. Chand Parwez Servia menambahkan bahwa struktur keluarga Sri diperluas, menghadirkan kakek-nenek serta anggota keluarga baru, sehingga konflik emosional dapat dieksplorasi lebih dalam dan berlapis.

Pendekatan ini membuat film bergerak di dua jalur sekaligus, horor supranatural dan drama keluarga. Ritual mistik dan teror gaib berjalan seiring dengan konflik batin, rasa bersalah, serta dendam yang diwariskan tanpa pernah disadari oleh generasi berikutnya.

Sinematografi dan tata produksi juga dirancang untuk memperkuat suasana muram. Set rumah keluarga tidak hanya menjadi latar, tetapi simbol ruang trauma yang menyimpan memori dan ketakutan, seolah menjadi karakter tersendiri dalam cerita.

Bagi Azhar, “Kafir: Gerbang Sukma” adalah upaya menghadirkan horor yang tidak mudah dilupakan. Ketakutan tidak dibiarkan selesai di bioskop, tetapi dibawa pulang oleh penonton dalam bentuk pertanyaan tentang keluarga, dosa, dan pilihan hidup.

- Advertisement -

Dengan pendekatan tersebut, film ini diproyeksikan menjadi salah satu horor Indonesia paling emosional di awal 2026, mempertemukan teror visual dengan beban psikologis yang berat dan relevan. ich

Read more

NEWS