Jakarta, Channelsatu.com – Pemerintah Kota Tangerang kembali menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat kecil dengan menyalurkan bantuan sosial (bansos) berupa uang tunai kepada 2.174 warga rentan dan miskin. Setiap penerima memperoleh Rp600 ribu, dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp1.304.100.000.
Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang, Mulyani, menegaskan bahwa bansos tunai ini merupakan wujud nyata perhatian pemerintah kepada warganya yang masih berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bantuan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk kebutuhan pokok, pendidikan anak, maupun biaya kesehatan.
“Program bansos ini dirancang untuk memastikan tidak ada satupun warga yang luput dari perhatian pemerintah. Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat, terutama mereka yang paling membutuhkan. Semoga bantuan ini bisa meringankan beban hidup dan memberi semangat baru untuk terus bangkit,” ujar Mulyani.
Kebijakan bansos tunai ini juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam menghadirkan program yang berkeadilan dan menyejahterakan. Dengan menyasar ribuan warga miskin dan rentan, pemerintah kota menegaskan bahwa keberpihakan kepada rakyat kecil tetap menjadi prioritas utama dalam pembangunan daerah.
Selain bantuan tunai, Pemkot Tangerang pada tahun 2025 juga menyiapkan program peningkatan keterampilan diri bagi warga kurang mampu. Program pelatihan yang ditawarkan mencakup keterampilan praktis seperti cukur rambut, membuat kue, hingga pijat, yang diharapkan bisa menjadi bekal membuka peluang usaha baru.
“Harapannya, dengan kemampuan yang dipelajari, warga bisa lebih mandiri dan memiliki peluang ekonomi baru. Tujuannya bukan hanya sekadar memberikan bantuan sementara, tapi juga menciptakan jalan keluar jangka panjang dari masalah ekonomi,” tambah Mulyani.
Langkah ini sekaligus memperlihatkan upaya Pemkot Tangerang dalam membangun sistem perlindungan sosial yang tidak hanya reaktif, tetapi juga produktif. Bantuan tunai diberikan untuk meringankan beban, sementara pelatihan keterampilan disiapkan untuk membangun kemandirian masyarakat.
Dengan kombinasi bansos tunai dan pemberdayaan keterampilan, Pemkot Tangerang berharap dapat mencetak warga yang lebih sejahtera, mandiri, serta berdaya saing, sehingga pembangunan kota tidak meninggalkan kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. ich
