Bantuan Beras Turun, Dapur Warga Periuk Kembali Ngebul

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Bantuan beras dari Kementerian Sosial melalui program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) kembali mengalir ke warga prasejahtera di Kota Tangerang. Sebanyak 858 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kelurahan Periuk menerima 20 kg beras dalam penyaluran yang berlangsung pada Rabu (23/7/2025), menggambarkan kolaborasi nyata antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab kebutuhan pokok masyarakat.

Antusiasme penerima manfaat terlihat jelas sejak pagi. Warga Kelurahan Periuk menyambut baik kehadiran bantuan tersebut, terutama di tengah kondisi ekonomi yang masih belum stabil pascapandemi. Distribusi dilakukan langsung di lingkungan kelurahan untuk mempermudah akses warga penerima.

Tini Sartini, salah satu penerima bantuan, mengungkapkan rasa terima kasihnya. Ia menyebut bantuan beras sangat membantu keperluan rumah tangganya, terutama untuk memenuhi kebutuhan dapur harian. Menurutnya, bantuan ini menjadi penyambung hidup di tengah kesulitan ekonomi yang makin terasa.

- Advertisement -

Ungkapan serupa datang dari Maemunah, seorang ibu berusia 59 tahun. Ia berharap agar program bantuan pangan ini terus berlanjut dan bisa menjangkau lebih banyak warga yang mengalami kesulitan serupa. Bantuan dari Kemensos ini dinilai bukan sekadar beras, melainkan bentuk perhatian dan keberpihakan negara pada rakyat kecil.

Lurah Periuk, Anang Sunardi, menyebut penyaluran ini sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas sosial. Ia menegaskan pentingnya sinergi antara Kemensos, BULOG, dan pemerintah daerah dalam mengawal distribusi bantuan pangan secara tepat sasaran.

Ketua Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan Periuk, Sudati Aritonang, memastikan seluruh penerima bantuan telah terdata secara sistematis untuk tahun anggaran 2025. Ia menambahkan bahwa distribusi bantuan dilakukan dengan transparan, menghindari potensi penyelewengan, dan langsung ke tangan warga.

Program BPNT sendiri merupakan salah satu bentuk transformasi bantuan sosial yang lebih efisien, dengan penyaluran berbasis data dan kebutuhan lokal. Pendekatan ini membuat bantuan bisa lebih dirasakan dampaknya oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

- Advertisement -

Kehadiran bantuan pangan di tengah tantangan ekonomi yang mendera warga prasejahtera menjadi bukti pentingnya kehadiran negara dalam bentuk paling konkret. Bagi banyak keluarga di Kelurahan Periuk, satu karung beras bukan sekadar logistik, tetapi simbol harapan. ich

Read more

NEWS