Kota Tangerang, Channelsatu.com – Respons cepat Pemerintah Kota Tangerang bersama jajaran relawan terus berlanjut dalam menangani banjir yang melanda sejumlah wilayah sejak Senin malam (7/7/2025). Hingga Selasa sore (8/7/2025), petugas gabungan dari berbagai organisasi perangkat daerah dan lembaga sosial seperti PMI Kota Tangerang masih bersiaga penuh di titik-titik terdampak, terutama di kawasan terparah seperti Karang Tengah dan Perumahan Ciledug Indah, yang hingga pukul 16.00 WIB masih terendam hingga 100 cm.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, menjelaskan bahwa pihaknya mencatat lebih dari 20 titik banjir tersebar di enam kecamatan, dengan Ciledug menjadi salah satu wilayah dengan genangan tertinggi. Meski air mulai surut di beberapa lokasi, sebagian besar masih membutuhkan penanganan intensif. “Sampai saat ini, petugas terus bergerak. Baik dari OPD maupun relawan seperti PMI Kota Tangerang yang terus bersiaga di seluruh wilayah terdampak. Terima kasih untuk seluruh pihak yang membantu dalam segala penanganan, bahu-membahu untuk warga,” ujarnya.
Langkah penanganan difokuskan pada upaya evakuasi, distribusi bantuan, serta pemantauan wilayah untuk mencegah potensi banjir susulan. PMI Kota Tangerang sebagai bagian dari tim penanggulangan bencana turut menerjunkan personel yang terdiri dari relawan, KSR, TSR, serta Sibat. Mereka berkoordinasi langsung dengan BPBD dalam menjalankan misi kemanusiaan di lokasi terdampak.
Kepala Divisi Penanggulangan Bencana PMI Kota Tangerang, Suhaimi, menyampaikan bahwa hingga saat ini timnya masih memusatkan perhatian di Karang Tengah dan Ciledug Indah. Sejumlah warga lanjut usia dan bayi telah berhasil dievakuasi dari rumah-rumah yang tergenang. “Kami membantu mengevakuasi lansia dan bayi di Perumahan Ciledug Indah dan Tajur, serta menurunkan tim asesmen di beberapa wilayah untuk mendata,” jelas Suhaimi.
Kehadiran relawan PMI dan koordinasi lintas lembaga dinilai mempercepat proses tanggap darurat, mengingat kondisi wilayah yang cukup padat penduduk dan berisiko tinggi saat terjadi genangan. Para relawan tak hanya menangani evakuasi, tetapi juga memberikan dukungan psikososial kepada warga yang terdampak, termasuk menyediakan makanan siap saji, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya.
Ketua PMI Kota Tangerang, Oman Jumansyah, memastikan bahwa seluruh sumber daya PMI akan dimobilisasi maksimal selama masa tanggap darurat. “PMI Kota Tangerang mengupayakan yang terbaik untuk masyarakat selama masa tanggap darurat bencana banjir ini dengan memaksimalkan tim Posko dan Tim SATGANA,” ujarnya. Oman menegaskan bahwa koordinasi dan kesiapan relawan adalah kunci utama dalam merespons bencana dengan cepat dan tepat.
Pemkot Tangerang juga meminta masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan dan genangan lanjutan. Dalam kondisi darurat seperti ini, kolaborasi antara pemerintah, relawan, dan warga menjadi kekuatan utama dalam meminimalkan dampak bencana. Program mitigasi jangka pendek dan rencana pemulihan pascabanjir pun tengah disiapkan untuk memastikan wilayah terdampak dapat segera pulih.
Upaya tanggap banjir ini memperlihatkan komitmen kuat Pemerintah Kota Tangerang dalam membangun sistem perlindungan warga secara berkelanjutan. Melalui kerja bersama antarinstansi dan relawan, penanganan bencana di kawasan perkotaan padat seperti Tangerang bisa dikelola lebih cepat dan efisien, memastikan keselamatan dan kesejahteraan masyarakat tetap menjadi prioritas utama. ich
