Tangerang Rehab 1.000 Rumah Tak Layak, Ini Dampaknya

Share

Kota Tangerang, Channelsatu.com – Keseriusan Pemerintah Kota Tangerang dalam membenahi kualitas hunian masyarakat kembali mendapatkan pengakuan dari pemerintah pusat. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) Republik Indonesia, Wihaji, menyampaikan apresiasi atas capaian Kota Tangerang dalam program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang secara konsisten dijalankan selama satu dekade terakhir. Pada tahun ini, Pemkot Tangerang kembali menargetkan merehabilitasi 1.000 unit rumah, sebagai bagian dari komitmen menghadirkan hunian layak bagi seluruh warga.

Wihaji menegaskan bahwa program rehabilitasi RTLH di Kota Tangerang telah menjadi salah satu contoh terbaik dari praktik pemerintahan daerah yang sensitif terhadap isu perumahan dan kemiskinan kota. Sejak awal pelaksanaan, total sebanyak 8.656 unit rumah telah direhabilitasi, menjadikan program ini sebagai pilar penting dalam pembangunan kesejahteraan warga perkotaan. Menurutnya, Kota Tangerang telah menunjukkan bahwa pendekatan terstruktur dan berkelanjutan mampu menghadirkan dampak nyata.

“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada Pemkot Tangerang atas komitmennya dalam menyediakan hunian yang layak bagi masyarakat. Target 1.000 unit untuk tahun ini adalah bukti nyata bahwa Pemkot tidak main-main dalam menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni,” ujar Wihaji saat menghadiri agenda Kick Off Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Kecamatan Pinang, Selasa (8/7/25).

- Advertisement -

Langkah rehabilitasi ini menjadi bagian integral dari strategi pembangunan kota yang inklusif dan berkeadilan. Kepala Dinas Perumahan, Permukiman, dan Pertanahan (Disperkimtan) Kota Tangerang, Decky Priambodo, menyatakan bahwa realisasi program RTLH tahun ini akan dimulai dalam waktu dekat. Tahap pertama direncanakan menyasar 750 unit rumah, dengan penekanan pada efisiensi dan tepat sasaran berdasarkan data kebutuhan.

Proses persiapan pekerjaan fisik tengah berlangsung dan dipastikan berjalan sesuai jadwal. “Kami terus berupaya memastikan semua tahapan berjalan lancar, mulai dari validasi data penerima manfaat hingga proses pelelangan pekerjaan. Target kami tetap, seluruh unit bisa selesai sesuai rencana hingga akhir tahun,” kata Decky, menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam pelaksanaan teknis di lapangan.

Program rehabilitasi RTLH tidak hanya memperbaiki struktur bangunan, tetapi juga menghadirkan transformasi kualitas hidup bagi penerimanya. Dengan kondisi rumah yang lebih sehat, aman, dan manusiawi, diharapkan warga dapat meningkatkan produktivitas, kesehatan keluarga, dan akses terhadap pendidikan yang lebih baik. Pemerintah kota pun secara aktif melibatkan masyarakat dalam pelaksanaan agar menumbuhkan rasa kepemilikan.

Inisiatif ini pun beririsan dengan program pengentasan stunting, sanitasi layak, dan pemberdayaan ekonomi lokal. Oleh karena itu, pelaksanaan program ini dianggap sebagai pendekatan multiperan dalam menciptakan kota yang tangguh dan inklusif. Dalam konteks pembangunan perkotaan berkelanjutan, program ini merupakan salah satu fondasi penting.

- Advertisement -

Kota Tangerang kini menjelma sebagai model kota yang tidak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga mengedepankan nilai keberpihakan sosial. Melalui kebijakan yang konsisten seperti program bedah rumah, pemerintah menunjukkan bahwa keadilan ruang dan perumahan layak bukan sekadar slogan, melainkan realitas yang terus dibangun dari tingkat akar rumput. ich

Read more

NEWS