Kota Tangerang, Channelsatu.com – Suasana hangat terasa di sudut-sudut Kota Tangerang, setelah Pemerintah Kota (Pemkot) menghadirkan 16 Graha Kita Bersama (GKB) yang kini resmi berdiri untuk masyarakat. Bukan sekadar bangunan, ruang publik multifungsi ini dirancang sebagai tempat warga berkegiatan, berinteraksi, sekaligus mempererat kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi banyak warga, mencari ruang yang nyaman untuk rapat warga, menggelar pelatihan, atau bahkan acara kebudayaan sering kali jadi tantangan tersendiri. Kini, kehadiran GKB menjawab kebutuhan tersebut. Bangunan ini menjadi simbol rumah kedua, tempat orang-orang bisa belajar, berbagi, hingga sekadar berkumpul dengan rasa aman dan nyaman.
Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim), Decky Priambodo, menegaskan bahwa GKB hadir sebagai bukti kepedulian Pemkot terhadap kehidupan sosial masyarakat. “Graha Kita Bersama ini bukan hanya bangunan, tetapi simbol kebersamaan dan gotong royong masyarakat. Pemkot Tangerang ingin warga punya rumah kedua untuk berinteraksi, belajar, sekaligus berkreasi,” ujarnya penuh semangat.
Warga pun menyambut gembira keberadaan GKB. Di beberapa titik, anak-anak tampak riang mengikuti kelas seni, sementara para ibu rumah tangga berkumpul untuk pelatihan keterampilan. Suasana itu memperlihatkan betapa GKB telah menjadi wadah yang mampu menjahit kembali nilai kebersamaan yang kadang terlupakan di tengah kesibukan kota.
Tak hanya untuk kegiatan sosial, GKB juga didorong menjadi ruang pemberdayaan ekonomi warga. Berbagai pelatihan usaha kecil menengah hingga pertemuan koperasi lokal mulai digelar, memberi harapan baru bagi tumbuhnya kemandirian masyarakat. Semangat gotong royong yang melekat pada pembangunan GKB seolah menemukan wajah baru dalam bentuk partisipasi warga.
“Di 2025, Pemkot Tangerang menargetkan pembangunan GKB di 25 titik pemukiman. Tercatat, 16 telah rampung dibangun dan sembilan lainnya dalam proses tender dan akan segera berdiri,” jelas Decky, menegaskan komitmen Pemkot dalam memperluas akses warga terhadap ruang publik representatif.
Bagi Ketua RT maupun RW, GKB menjadi titik temu yang memudahkan. Tidak perlu lagi meminjam rumah warga atau mencari gedung sewaan, karena ruang ini memang diciptakan untuk mereka. “Akhirnya kami punya tempat kumpul yang proper. Warga merasa lebih dihargai karena punya ruang yang layak,” ungkap salah seorang ketua RT.
Keberadaan Graha Kita Bersama kini bukan hanya menambah fasilitas publik, tapi juga menguatkan identitas Kota Tangerang sebagai kota yang ramah, inklusif, dan penuh semangat gotong royong. Di setiap bangunannya, terpatri harapan agar warga bisa terus menenun kebersamaan, menguatkan silaturahmi, dan merawat harmoni di tengah dinamika kehidupan perkotaan.
