Jakarta, Channelsatu.com – Sebanyak 84 film dari dalam dan luar negeri siap diputar dalam *100% Manusia Film Festival 2025* yang berlangsung 4–14 September di Jakarta dan Yogyakarta. Festival ini membawa misi besar: membangun ruang inklusif bagi masyarakat untuk berkumpul, berdialog, dan berekspresi melalui seni dan film.
Tahun ini, panitia memilih 50 film internasional dari 27 negara, ditambah 34 film pendek Indonesia hasil kurasi dari 184 karya *Open Call 2025*. Keberagaman tema dan format diyakini akan memperluas cakrawala penonton tentang isu-isu kemanusiaan.
Selain film, ada delapan program non-film yang menjadi daya tarik utama, mulai dari *workshop* hingga diskusi lintas komunitas. Workshop “100% DIY: Sound Design in Films” bersama Alex Lane dan kelas *Sign Language 101* terbuka gratis untuk publik, memberi ruang bagi pengalaman belajar langsung.
Tahun ini juga hadir program baru seperti *100% It’s OK-Not OK, 100% Rebel With A Cause, 100% From Flobamora With Love,* hingga *100% Kue Cucur: Tribute to John Badalu.* Setiap program dirancang untuk menyoroti keragaman cara pandang terhadap manusia dan kehidupan.
Festival pun mengembalikan voting penonton dengan kategori Film Pendek Favorit serta tambahan kategori Film Pendek Paling “Rebel.” Hal ini diharapkan memperkuat keterlibatan audiens sebagai bagian penting dari ekosistem film independen.
Dua tamu internasional, Azura Nasron dari Malaysia dan Alex Lane, dijadwalkan hadir untuk berbagi pengalaman. Kehadiran mereka menandai keterhubungan festival ini dengan jejaring global.
Seluruh acara berlangsung di sejumlah lokasi, termasuk Austrian Embassy Jakarta, IFI Jakarta, Istituto Italiano di Cultura Jakarta, Taco Bell Senopati, hingga IFI Yogyakarta. Informasi terbaru bisa diakses melalui Instagram resmi @100persenmanusia.
Dengan akses gratis untuk umum, festival ini menegaskan misinya: membuka ruang aman untuk saling memahami, melawan stigma, dan membangun solidaritas. ich
