Rabu , 11 Desember 2019
Home / Hot News / UNJ Gelar International on Islamic and Civilization Dengan Menghadirkan Habib Ali Al Jufri

UNJ Gelar International on Islamic and Civilization Dengan Menghadirkan Habib Ali Al Jufri

Habib Ali Al Jufri (kiri). Foto: Ist.
Habib Ali Al Jufri (kiri). Foto: Ist.

Jakarta, channelsatu.com: Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Sabtu (30/11/2019) kemarin, gelar International on Islamic and Civilization, dengan menghadirkan ulama muda nan kharismatik dari Abu Dhabi, UEA. Habib Ali Zainal Abidin bin Abdurrahman Al Jufri atau yang populer dengan nama Habib Ali Al Jufri.

Ceramah ilmiah yang dipaparkan beliau di depan ratusan peserta yang berasal dari para akademisi dan cendekiawan dari dalam dan luar negeri ini, bertajuk tentang Menghidupkan Kembali Peran Peradaban Umat Islam dalam menghadapi perubahan peradaban dunia yang terjadi saat ini.

Seperti diketahui globalisasi telah menyebabkan dunia saat ini mengalami perubahan yang cepat. Para pemuda seringkali menjadi obyek yang dengan mudah terpapar oleh berbagai dinamika pemikiran yang muncul sebagai akibat globalisasi.

Hal itu terjadi karena para pemuda merupakan pihak-pihak yang lebih banyak berinteraksi dengan produk globalisasi. Berbagai variable globalisasi memunculkan konsep-konsep, pertanyaan-pertanyaan, dan tantangan-tantangan baru, yang harus segera disikapi dengan tepat dan efektif.

Pensikapan kita terhadap berbagai produk budaya globalisasi hendaknya memadukan antara akar ajaran Islam yang orisinil dan realita perkembangan kehidupan modern saat ini. Upaya mengharmoniskan antara ajaran Islam yang universal dan konteks dunia modern menjadi sangat penting mengingat dampak globalisasi telah mempengaruhi struktur masyarakat Indonesia khususnya kalangan pemuda.

Mengingat Indonesia merupakan Negara muslim terbesar di dunia dari segi jumlah penduduknya, maka Indonesia merupakan sasaran empuk bagi para pihak yang membonceng globalisasi untuk mencapai tujuan dan ambisi mereka. Dan sasaran utama mereka dalam upaya memanfaatkan globalisasi sebagai instrument untuk mendapatkan keuntungan pragmatis mereka ada di para pemuda.

Salah satu dampak globalisasi yang dialami oleh dunia Islam adalah berkembangnya gerakan Islam trans nasional yang ditengarai menjadi pemantik berkembangnya radikalisme beragama. Maraknya pemahaman Islam yang tekstualis, anti terhadap kebinekaan, dan agresif menjadi ancaman tersendiri bagi dunia Islam khususnya dan peradaban dunia pada umumnya. Apalagi penguatan radikalisme tersebut sengaja dumunculkan dan dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu sebagai alat untuk menguasai dunia. Seringkali radikalisme merupakan hasil konstruksi keagamaan yang telah dihilangkan aspek-aspek peradabannya dan ditumpangi dengan tendensi politik dan ekonomi.

Dalam keadaan yang demikian, sebagai salah satu tokoh dunia yang concern untuk menyerukan dan memperkuat moderasi Islam, dan  pembersihan keberagamaan dari berbagai tendensi politik, maka kehadiran Habib Ali Al-Jufri diharapkan dapat membuka wawasan umat Islam Indonesia umumnya dan kalangan pemuda pada khususnya. Habib Ali Al-Jufri yang dikenal piawai dalam berdialog dan mengkomunikasikan Islam yang terbuka, dinamis, dan pro terhadap kemajuan, dapat memberikan pemahaman tentang implementasi keberagamaan yang berkontribusi untuk membangun peradaban dan kemanusiaan.

Sedang tujuan dari kegiatan kunjungan Habib Ali Al Jufri ke Indonesia, diharapkan dapat memberikan wawasan kepada umat Islam Indonesia umumnya dan kalangan akademisi khususnya tentang konsep moderasi Islam yang sesungguhnya, serta impilkasinyta terhadap pengembangan peradaban dan kedamaian dunia. Memberikan arahan bagi para dai, ulama, guru dan dosen agama tentang metode dakwah dan pengajaran yang dapat menjawab tantangan modernisasi dan globalisasi. Serta memberikan penjelasan tentang strategi, metode, dan teknik untuk menghadapi wacana radikalisme kanan dan kiri. (Ibra)

About ibra

Check Also

Pemenang APWI 2019. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Ini Dia Daftar Pemenang Lengkap APWI 2019

Jakarta, channelsatu.com:  Menteri Pariwisata Arief Yahya menilai penyelenggaraan Anugerah Pewarta Wisata Indonesia (APWI) memiliki _media …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *