Minggu , 21 Januari 2018
Home / kuliner / Tiga Minuman Khas Daerah Menguak Rasa

Tiga Minuman Khas Daerah Menguak Rasa

Es Dawet. Foto: Ilustrasi.
Es Dawet. Foto: Ilustrasi.

Jakarta, channelsatu.com: Sesungguhnya tidak terhitung berapa banyak  minuman khas daerah yang terdapat di Tanah Air tercinta ini. Setiap provinsi tentu memiliki minuman khas tersendiri, belum lagi pada tiap kabupaten, juga punya minuman khas. Bahkan ada satu provinsi yang terbagi menjadi 20 –an kabupaten, seperti provinsi Jawa Tengah, satu provinsi di Jawa yang letaknya diapit oleh dua provinsi yaitu Jawa Timur dan Jawa Barat.

Bisa jadi jumlah minuman khas daerah mencapai ratusan. Tentu semua itu perlu didokumentasikan dan dicatat supaya tidak hilang ditelan zaman yang berubah cepat serta tanpa kompromi, dan perubahan tersebut mengatasnamakan inovasi alias kreativitas.

Minuman  dawet misalnya, di mana-mana ada, di segala penjuru daerah.  Malah ada dawet yang diberi label nama gaul, yaitu Dawet Campur Sari, yang tegasnya dengan label nama itu pastilah untuk menarik pembeli. Saya menjumpai menu minuman Dawet Campur Sari tersebut di suatu depot , nama lain restoran di kota Nganjuk, provinsi Jawa Timur.

Namun ada dawet yang khas, betul-betul khas, dari suatu daerah yang di daerah lain tidak ada. Walaupun kemudian dawet yang khas tersebut menyebar pemasarannya ke daerah lain. Dawet khas itu namanya Dawet Hitam berasal dari Purworejo, sebuah kota yang berada di provinsi Jawa Tengah.

Jika Anda pulang mudik ke Yogyakarta, bisa pula ke Surabaya, Jawa Timur, dengan menggunakan moda transportasi darat atau mengendarai mobil pribadi, rute (jalur) selatan, pastilah melewati kota itu. Katakanlah perjalanan dimulai dari kota Purwokerto, menuju Banyumas dilanjutkan ke kota Kutoarjo terus masuk ke kota Purworejo.

Es Selendang Mayang. Foto: Ilustrasi.
Es Selendang Mayang. Foto: Ilustrasi.

Nah, sebelum masuk kota Purworejo, terdapat jembatan Butuh. Menjelang jembatan Butuh itulah banyak penjual dewet hitam. Di lokasi lain  memang ada yang jualan, tapi yang paling banyak ya di jembatan Butuh itu. Tempat jualan dawet alias cendol hitam ini sedehana, terdapat dua angkringan dawet yang diletakkan satu buah di halaman dan satu lagi di semacam pendopo.

Tiap angkringan berisi kantong plastik besar dawet hitam, mangkok-mangkok mungil, termos besar isi santan dan toples gula Jawa. Yang khas tentang dawet hitam ini ialah jelas dawetnya berwarna hitam dan bentuknya kecil kecil, seperti sedotan yang dipotong potong. Jadi dawet tidak perlu dikunyah, melainkan langsung bisa ditelan.

Inilah bedanya dengan dewet hijau, kalau dawet hijau biasanya mengambil pewarna dari daun suji, sedangkan warna hitam dawet ini  diambil dari merang yang dibakar. Untuk menikmati dawet hitam ini enaknya, terutama sekali, pada siang hari. Rasanya luar biasa: Gurihnya santan, legitnya gula merah, memang menjadikan Dawet Hitam Purworejo lezatnya tidak ternilai.

Lain minuman khas dari Purworejo, lain pula minuman kas yang berasal dari Bandung maupun dari Jakarta. Minuman khas dari Bandung adalah Es Goyobod. Es ini  merupakan minuman dingin favorit khas Bandung terbuat dari tepung sagu yang diolah menjadi mirip agar-agar.

Bahan utama tersebut dicampur dengan berbagai tambahan lain seperti alpukat, santan, kelapa, es serut, susu, sirup, gula dan potongan roti. Rasa Es Goyobod enak tenan. Dan perlu diketahui, salah satu olahan dan inovasi es Goyobod yang terkenal adalah Es Oyen.

Minuman khas dari Jakarta ialah Es Selendang Mayang. Di Jakarta sendiri, sedikit sekali restoran minuman yang menjajakan menu minuman ini. Berbeda dengan Es Goyobod. Di Bandung ,minuman Es Goyobad  mudah dijumpai. Sedang Es Selendang Mayang, penjualnya sudah jarang ditemukan. Terkecuali di Setu Babakan, Cagar Budaya betawi yang terletak di Srengseng Sawah, Jakarta Selatan.

Dulu, Es Selendang Mayang ini dijajakan dalam pikulan bambu. Tidak dipungkiri es ini kalah favorit dengan es campur ataupun es dawet. Tapi dalam kenikmatan Es Selendang Mayang betul-betul jempolan. Kue lapis dalam warna hijau, merah dan putih dari beras mirip agar-agar jadi bahan utama es ini.

Dipotong kotak-kotak, kue disajikan dalam mangkok bersama guyuran  gula asem, kuah santan yang tentunya gurih dan es batu. Es Selendang Mayang cocok dinikmati di siang hari yang panas. Sama dengan Dawet Hitam Purworejo enak diminum pada siang hari pula.

Duh, enaknya. Duh, lezatnya tiga minuman khas daerah itu. Kapan ya kita bisa menikmati. Yuk, kita bareng-bareng berwisata kuliner ke sana : ke Bandung, ke jembatan Butuh, Purworejo dan ke Setu Babakan, Srengseng Sawah, Jakarta Selatan. (Syamsudin Noer Moenadi, Jurnalis, Pemerhati Kuliner dan Redaktur channelsatu.com).

About ibra

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *