Jumat , 22 Oktober 2021
Home / Talk / Gado-Gado / TEMU SASTRAWAN MPU IX 2014, MENGUSUNG TEMA “SUARA LOKAL, SUARA URBAN”

TEMU SASTRAWAN MPU IX 2014, MENGUSUNG TEMA “SUARA LOKAL, SUARA URBAN”

Temu SastrawanJakarta, channelsatu.com: Indonesia adalah negara yang kaya budaya dan tradisi. Namun seiring dengan perkembagan zaman banyak karya sastra yang mulai ditinggalkan oleh generasi bangsa khususnya  masyarakat urban yang lebih suka menonton film, mendegarkan musik internasional dan membaca novel.

Melihat fenomena ini para sastrawan yang tergabung dalam Anggota Mitra Praja Utama (MPU)  bekerjasama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta ingin membangkitkan karya sastra karya anak negri lewat acara  temu sastrawan yang diadakan rutin setiap tahunnya.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan budaya dan tradisi yang ada disetiap provinsi khusunya kepada anak muda agar menjadi gaya hidup mereka serta diharapkan masyakarat Indonesia peduli terhadap budaya dan juga mengusung tradisi sebagai bentuk identitas masyarakatnya.

Arie Budimana selaku Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  DKI Jakarta mengatakan bahwa agar acara budaya semacam ini harus terus dilakukan dan kita sebagai masyarakat harus ikut mengapresiasi acara ini agar karya sastawan kita bisa dikenal lebih luas lagi.

“Tujuan kita membuat acara ini untuk memerkenalkan puisi dan cerpen kepada masyarakat luas dan kita berharap membaca karya sastra bisa dibuat menjadi gaya hidup dan untuk para sastrawan acara ini menjadi wadah untuk tampil dan berbagai informasi dengan sastrawan lainnya,” tutur Arie dalam siaran persnya yang diterima channelsatu.com, Minggu (12/10).

Ditahun ke-9 ini MPU mengusung tema “Suara Lokal, Suara Urban”, ini adalah sebuah ungakapan yang ingin disampaikan para sastrawan kepada generasi bangsa  yang ada di Jakarta. Lebih dari itu para seniman ingin karya mereka bisa menjadi inspirasi dan hiburan kaum urban.

Acara ini diisi oleh berbagai kegiatan seni seperti, Seminar, Workshop dan ditutup dengan pementasan karya sastra dari perwakilan provinsi yang tergabung dalam MPU.  Dan dari hasil acara Temu Sastrawan ini akan dihasilkan satu buku yang berisi kumpulan karya yang terdiri dari cerpen dan puisi hasil karya para Sastrawan dari anggota MPU. Buku ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang datang pada acara Temu Sastrawan MPU IX 2014.

“Tahun ini kita didukung oleh satu penerbit yang mau memberikan kesempatan kepada sastrawan untuk mengabadikan karya mereka, buku ini dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang datang ke acara ini. semoga kedepanya akan ada banyak penerbit yang ikut mendukung acara Temu sasatrawan ini agar lebih banyak lagi buku yang akan tercetak” tutup Arie.

Para sastarawan yang tergabung dalam MPU ini seperti Sihar Ramses Simatupang, Aprianus Salam,Damhuri Muhammad, Ane B Neh, Zen Hae dan Eka Kurniawan berharap  setelah acara ini, sastra bisa memberikan dampak positif dan bisa membangkitkan seniman muda untuk terus berkarya dan terus berpikir kritis dan kreatif agar bisa melahirkan karya yang indah. (ibra)

 

About ibra

Check Also

Gado-Gado. Foto: Ilustrasi.

Bersatu Dalam Gado-Gado, Bersatu Juga Dalam Warisan Budaya Tak Benda

Jakarta, channelsatu.com: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) awal Oktober 2016 menetapkan dua kuliner, yakni Gado-Gado …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *