Selasa , 23 Mei 2017
Home / Talk / Gado-Gado / Seruas Jalan di Kemayoran, Jakarta, Berderet Kedai Pempek Yang Menggoda Rasa

Seruas Jalan di Kemayoran, Jakarta, Berderet Kedai Pempek Yang Menggoda Rasa

Pempek. Foto: ilustrasi.
Pempek. Foto: ilustrasi.

Jakarta, channelsatu.com: Semua pasti tahu dan bisajadi makanan favorit Anda, bahwa Pempek atau Empek-empek adalah kudapan khas Palembang, Ibukota Provinsi Sumatera Selatan. Kudapan Pempek ini terbuat dari ikan dan sagu, yang dibentuk lalu direbus. Sebelum dimakan Pempek digoreng terlebih dahulu.

Pempek disajakikan dengan saus berwarna hitam kecoklat-coklatan yang disebut, cuko, bahasa Palembang, yang terbuat dari air yang didihkan kemudian ditambah gula merah, udang ebi, dan cabe rabbet tumbuk, bawang putih, serta garam. Sebagai pelengkap ialah irisan dadu timun segar serta mi kuning.

Jenis Pempek yang terkenal, yakni Pempek Kapal Selam, yaitu telur ayam  yang dibungkus dengan adonan Pempek, Pempek Lenjer, Ada’an, Pempek Kulit Ikan, Pempek Pistel (isinya irisan papaya muda rebus yang sudah dibumbui), Pempek Telur Kecil dan Pempek Keriting.

“Di sini (di kedai Pempek Garuda) ada delapanbelas macam Pempek. Salah satunya, ini kreasi dari kami adalah Pempek panggang dan Pempek berisi sosis,“ tutur Hartono pemilik kedai Pempek Garuda kepada channelsatu.com akhir November 2016. Nama kedai Garuda mengacu pada nama jalan sepanjang dua kilometer yang berada di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat.

Mungkin Anda belum tahu bahwa Jalan Garuda yang tidak jauh dari Stasiun Kereta Api Kemayoran dan pangkalan pusat taksi terkenal dengan armada mobilnya berwarna biru itu gudangnya makanan Pempek. Maksudnya, sepanjang Jalan Garuda di kanan-kiri jalan, berjejer restoran yang menjajakan menu Pempek.

Tentunya banyak Pempek enak dijajakan di restoran yang bertebaran di sepanjang Jalan Garuda, tempat masa remaja pengusaha dan pembisnis terkenal Chairul Tanjung yang pada tahun 2010 namanya disebut sebagai The Rising Star, karena melakukan lompatan bisnis yang spektakuler justru saat ekonomi Indonesia berda dalam ketidakstabilan.

Siapa yang menyangka pengusaha pemilik Para Group (usaha bisnisnya Trans Corp : Trans TV dan Trans 7, juga Bank Mega) itu pernah tinggal di Jalan Garuda yang kini menjadi pusat kudapan Pempek. Ya, siapa yang menyangka. Ya, jalan hidup yang menorehkan demikian. Sayang tempat tinggal masa remaja Chairul Tanjung  disingkat CT, kini sudah berubah menjadi bangunan lain.

Tetapi yang tidak berubah di sepanjang Jalan Garuda adalah berderet kedai Pempek yang bagi penggemar makanan khas Palembang itu, jika melewatinya tidak terkecuali naik motor, mikrolet maupun metromini yakinlah selera Anda akan tergoda untuk mampir di salah satu restoran.

Sungguh menarik memperhatikan restoran Pempek yang berada di Jalan Garuda, lantaran jarak kedai Pempek yang satu dengan kedai lainnya saling berkedekatan, radiusnya tidak terlalu jauh, bahkan berhadap-hadapan, malah bersebelahan. Kedai-kedai Pempek itu memiliki merk dagang seperti Garuda, Sayangan, Putera dan Unyil. Mereka bersaing secara terbuka dan tentunya menawarkan inovasi menu seperti Pempek Sosis, serta mengandalkan citarasa.

Sejarah mencatat, dulu di Jalan Garuda banyak didiami etnis Betawi. Awal tahun 1980 adalah seorang bernama Sutomo  berjualan Pempek di jalan itu. Memang Sutomo tidak menjual Pempek dengan resep asli yang beraroma khas Palembang, melainkan disesuaikan dengan rasa atau selera publik Jakarta.

Pempek kreasi Sutomo akhirnya dikenal masyarakat setempat dan sesuai dengan nama jalan, maka tempat jualannya diberi merk Pempek Garuda. Tidak diingkari, boleh dibilang Pempek Garuda adalah pioner.

Tahun 1990, Sutomo meninggal dunia. Dan restoran Pempek-nya dibagi menjadi tiga. Anak Sutomo, yakni Hartono mendapat  satu warung yang kemudian memasang merk Pempek Garuda Asli, sedangkan dua orang lain membuka kedai Pempek di jalan yang sama dengan merk dagang lain pula.

Tahun 2000-an, di sepanjang Jalan Garuda tumbuh dan berkembang restoran Pempek. Ada kedai Pempek yang  pemiliknya mempunyai hubungan kekerabatan dengan almarhum Sutomo, namun ada pula pemiliknya pendatang baru. Kini, berdasarkan pengamatan channelsatu.com, setidaknya ada lima restoran yang tergolong besar.

Setiap hari kelima kedai Pempek itu ramai dikunjungi pembeli. Para pembeli yang datang silih berganti itu umumnya sudah menjadi langganan puluhan tahun, sehingga tidak jarang pembeli datang dengan rombongan satu keluarga, dan menu andalah yang dipilih adalah Pempek Kapal Selam, selain Pempek Lenjeran.

Tidak jarang pula ada pembeli yang datang dari Surabaya maupun dari Yogyakarta. Pembeli yang datang dari kota lain ini, sengaja membawa untuk oleh-oleh. Begitu terkenalnya Pempek Jalan Garuda, Jakarta Pusat, itu,  kiranya tidak perlu  jauh-jauh ke kota Palembang, cukup ke wilayah Kemayoran. Luangkan waktu Anda menikmati Pempek Jalan Garuda yang benar-benar menggoda rasa. Silahkan. (Syamsudin Noer Moenadi, Jurnalis, Pemerhati Kuliner, dan Redaktur channelsatu.com)

About ibra

Check Also

Sutradara Albiner Sitompul, (mantan Kepala Biro Pers Media dan Informasi Istana Negara), paling kiri, bersama Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, dan istrinya, Triwatty. Didampingi Albert Indra (Produser), dan Eddie Karsito (Supervisor Produksi) paling kanan, saat beraudiensi di kediaman mantan Kepala Badan Intelijen Negara ini, di Jakarta, Jum’at (16/10/2015). Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman, selaku Tokoh, Pelindung dan Penasehat Gabema (Perkumpulan Besar Masyarakat Tapanuli Tengah) Sibolga – Foto Istimewa.

Pementasan Drama “Jambar Ni Parsubang” Dengan Konten Kearifan Lokal Segera digelar di TIM

Jakarta, channelsatu.com: Sejarah bangsa sejak era Kebangkitan Nasional, Kemerdekaan, hingga Reformasi selalu tumbuh bersama ‘anak …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *