Minggu , 9 Agustus 2020
Home / Showbiz / Sinopsis / SECANGKIR KOPI TIAM UNTUK PENDONGKRAK SEMANGAT

SECANGKIR KOPI TIAM UNTUK PENDONGKRAK SEMANGAT

Jakarta,channelsatu.com: Saya mulai mengenal kopi tiam semenjak berada di Medan, saat bertugas menjadi koresponden sebuah tabloid,  duapuluh tahun silam. Sekitar tiga bulan tinggal di Ibukota Provinsi Sumatra Utara, sungguh menggairahkan untuk menikmati kopi, yakni minuman ringan nomor dua setelah air.

Seusai menulis berita, saya langsung pergi ke kedai kopi, sekaligus melepas penat dan menghabiskan sisa malam, Mengingat besok pagi mesti bekerja lagi, menguber nara sumber. Begitu tiba di kedai kopi  saya sudah merasakan aroma yang khas, yang mungkin tidak didapati di Jakarta pada saat itu.

Sekarang di Jakarta, pada setiap jalan pasti ada kedai kopi. Di Jalan Mangga Besar VIII misalnya,  yang di awal bulan Juni saya melintas, setidaknya terdapat dua kedai kopi tiam. Ringkas cerita, akhirnya saya pun mampir di salah satu kedai kopi tiam itu. Iya, menghirup aroma kopi yang khas itu betapa sudah terasakan kenikmatan yang tidak terhingga. Ditambah lagi  bahwa sebenarnya  penikmat kopi tidak pernah memikirkan khasiat secangkir kopi sebagai pendongkrak semangat.

Begitu –pertama kali – meminum kopi tiam di Medan, dan kemudian saya (paling tidak) kecanduan. Terasa betul nikmatnya menyeruput segelas kopi. Bahkan untuk mencari minuman kopi yang jempolan ketika itu, saya menyempatkan pergi ke Sibolga maupun Pemantang Siantar. Tentulah yang dituju adalah kedai kopi tiam Kok Tong yang mulai membuka kedai sejak tahun 1925.

Dari pengalaman minum kopi itu, saya mendapat tip yang efektif untuk memperoleh manfaat ngopi, yakni dengan mengonsumsi secara teratur dalam jumlah yang tidak berlebihan. Minum kopi yang tidak terlalu kental tiap pagi dan siang hari akan membantu mendongkrak kekuatan fisik.

Meminum secangkir kopi pada siang Tetapi harap diingat, bahwa manfaat kopi akan maksimal apabila didukung dengan pola hidup sehat. Gangguan kesehatan  dalam bentuk apapun tetap membuka peluang bagi terjadinya efek yang merugikan akibat minup kopi.

Semenjak tidak bertugas lagi di Medan (beberapa tahun silam) alias kembali ke Jakarta, saya tidak lagi minum kopi secara rutin. Memang sampai sekarang saya masih minum dan menyukai kopi, tapi tidak setiap hari, malah sebulan hanya dua tiga kali minumnya. Tidak tahu kenapa begitu dan saya lebih banyak meminum air putih.

Maka sampailah saya melintas ke jalan mangga besar delapan. Lalu berhenti di sebuah hotel dan diseberangnya tanpa disangka-sangka, saya mendapati  kedai Ai Kopi Tiam. Langsung saja saya memesan secangkir kopi hitam yang aromanya khas. Siang itu saya merasakan  semangat untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebelum tertunda-tunda.

Katanya kedai Ai (artinya kasih sayang dalam bahasa Mandari) Kopi Tiam berdiri dua tahun lalu.  Suasana di kedai Ai demikian teduh. Sementara di luar kedai cuaca panas menyengat. Maka dengan segelas kopi hitam  tubuh terdongkrak makin semangat.

Banyak yang bilang bahwa kopi bermanfaat bagi kesehatan. Sebaliknya banyak yang menyatakan kopi membahayakan untuk kesehatan. Dua pernyataan itu benar adanya. Tidak perlu diperdebatan secara panjang lebar. Hanya saja  yang perlu dipahami  bagi penikmat kopi ialah bagaimana landasan  yang kuat mengenai dosis kopi yang benar.

Kata lain jangan minum kopi seperti orang kerasukan. Harus efektif mengomsumsi, yakni teratur dan tidak berlebihan. Dengan demikian  bagi penikmat kopi yang mempunyai masalah kesehatan kiranya akan tahu  cara yang tepat untuk tetap minum kopi tanpa menimbulkan resiko yang membahayakan.

Di kedai Ai Kopi Tiam (logonya terlihat mencolok), saya menghabiskan waktu dua jam lebih, dan dua cangkir kopi saya minum. Suasana yang nyaman, padahal Jakarta hiruk pikuk, membuat saya berjanji untuk datang lagi. Menikmati sajian kopi lain, dan tidak hanya kopi hitam .

Di daftar menu, tersedia aneka macam jenis kopi dan makanan, termasuk nasi goreng. Suatu saat pasti dicicipi. Namun kalau Anda datang duluan ke kedai Ai Kopi Tiam di Mangga Besar Delapan seberang Hotel Travel , silahkan saja tak ada yang melarang. ( Syamsudin Noer Moenadi, jurnalis dan pemerhati masalah kuliner).

About ibra

Check Also

Ketum Pafindo dan Asisten Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Kebudayaan, Prof Agus Suradika

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “Ini Bukan Pepesan Kosong”

Jakarta, channelsatu.com:”Kantor kita di Jakarta. Cari makan di Jakarta. Rumah kita di Jakarta. Tentu sudah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *