Kamis , 20 Januari 2022
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Remaja Masih Cinta Film Indonesia

Remaja Masih Cinta Film Indonesia

Jakarta,channelsatu.com: Di tengah arus deras invasi film Hollywood dan budaya pop Korea-Jepang, kalangan remaja tetap mencintai film-film Indonesia serta ingin menjadikan film Indonesia sebagai bagian dari media ekspresi dan kreativitas.

Demikian yang mengemuka dalam acara Cinema Campaign Roadshow Aku Cinta Film Indonesia (ACFI) yang berlangsung di Yogyakarta (26/10) dan Medan (9/11). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia (SENAKKI) dengan fasilitasi Direktorat Pengembangan Industri Perfilman Kemenparekraf.

“Dalam setiap kegiatan apresiasi selalu terlihat antusiasme remaja dalam mencintai film Indonesia. Persoalannya, mampukah pemerintah dan pemangku kepentingan industri perfilman nasional mengelola antusiasme itu dalam sebuah sebuah gerakan membina penonton film, baik dari segi kualitas dan kuantitasnya,” kata Ketua Sekretariat Nasional Kine Klub Indonesia  Akhlis Suryapati. “yang pasti, Jepang dan Korea telah melakukan hal itu di Indonesia melalui apa yang mereka sebut invasi budaya pop di wilayah regional Asia.”

Selain Akhlis Suryapati, tampil dalam Cinema Campaign Roadshow ACFI adalah Septian Dwicahyo, Kimberlu Ryders, Jian Batari, serta suguhan Performance Art Movie’s Dance dan Cinema Mime. Selain itu juga diputar film documenter ‘Sejarah Film Indonesia’ dan Film Terbaik FFI 2012 ‘Tanah Surga Katanya’. Di Yogyakarta acara berlangsung di Auditorium Lembaga Indonesia Perancis (LIP), sedangkan di Medan berlangsung di Auditorium Akademi Pariwisata Medan.

Ratusan remaja di masing-masing kota bertahan mengikuti acara sejak pukul 10:00 sampai pukul 16:00, dan suasana semakin meriah saat sesson foto bersama artis Kimberly Riders dan Jian Batari. Sedangkan dalam talkshow perfilman, kalangan komunitas banyak mendapat pencerahan dari Akhlis Suryapati dan pengalaman terjun ke dunia film dari Septian Dwicahyo.

 

“Hidup kita dikepung oleh film, sejak dari bioskop, televise, tempat tidur, dan seterusnya, melalui berbagai media, termasuk handphone, smartphone, internet, dan lain-lain,” kata Akhlis Suryapati. “Kalau kita tidak mencintai film dari negeri sendiri, kita juga tidak berperanserta dalam memanfaatkan film sebagai media ekspresi seni budaya, maka kita akan sepenuhnya menjadi konsumen film yang disuapi produk-produk dari negara lain. Sedangkan kita tahu, betapa film mempunyai pengaruh yang luar biasa dalam membentuk diri, perilaku, budaya, dan pemikiran-pemikiran kita. (ibra) Foto: Dok.

About ibra

Check Also

Kelompok Shivaband 20. Foto: Ist.

Shivaband 20 Sudah Punya 40 Stock Lagu dan Siap Diluncurkan

Jakarta, channelsatu.com:Pendatang baru grup musik, Shivaband 20 siap meramaikan industri musik Indonesia diawal 2021 ini. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *