Senin , 1 Juni 2020
Home / kuliner / Perihal Miras dan Soft Drink, Sudah Ada Sejak 200 Tahun Lalu

Perihal Miras dan Soft Drink, Sudah Ada Sejak 200 Tahun Lalu

Soft Drink. Foto: Ilustrasi.
Soft Drink. Foto: Ilustrasi.

Jakarta, channelsatu.com: Tulisan tentang Bir Pletok mendapat banyak tanggapan macam-macam. Seorang penanggap menyatakan bahwa Bir Pletok sudah selayaknya mendunia dan dalam hal rasa tidaklah kalah dengan Tequila. Upaya Bir Pletok menjadi minuman dunia sudah harus dipromosikan secara gencar mulai detik ini. Demikianlah tanggapan yang pantas dicermati sekaligus digarisbawahi.

Mengenai Tequila adalah minuman beralkohol yang sesungguhnya banyak ditemui di bar sertamerta telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat di berbagai pelosok dunia sejak ratusan tahun lalu. Tequila merupakan hasil saringan dari tumbuhan agave yang tumbu di Meksiko. Cairan itu keluar dari jantung tumbuhan tersebut dan disuling dua kali.

Tequila sudah ada sejak 200 tahun yang lalu di kota Tequila, di mana minuman ini mendapat namanya. Tequila jika diminum tanpa campuran, biasanya peminumnya langsung menggigit jeruk lime atau mengunyah garam untuk menutupi rasanya yang unik.

Perihal Miras alias Minuman Keras, selain Tequila, ada beberapa lagi yang disukai, yakni : Gin, Vodka, Whisky, Kahlua, dan Brandy. Gin ialah cairan bening yang berasal dari penyaringan jawawut, jagung dan gandum. Tambahan rasanya berasal dari buah-buahan, ketumbae, rempah-rempah dan banyak bahan lain yang dicampur pada dedaknya selama penyulingan. Jadi Gin adalah campuran utama resep cocktail yang klasik, seperti Gin-Tonic.

Sedangkan Vodka terbuat dari etil alkohol dan tidak berwarna serta kurang berasa dan berbau. Vodka juga salah satu bahan utama cocktail, seperti minuman favorit tokoh James Bond, Vodka Martini (shaken, not stirred). Pada awalnya di Rusia, Vodka dibuat dari kentang dan digunakan sebagai obat. Sekarang Vodka juga mengandung pemanis, bahkan rasa buah.

Mengenai minamun Whisky, orang Kanada dan Scotlandia  menyebutnya Whiskey, hasil sulingan bubuk gandum, jagung dan jawawut. Whisky selain diminum langsung , biasanya dicampur dengan soft drink alias minuman ringan. Nah, minuman ringan adalah minuman yang biasanya berisi air berkarbonasi, pemanis, dan perisa alami atau buatan,

Pemanis yang digunakan bisa berupa gula, sirup jagung tinggi fluktosa, jus buah, pengganti gula (dalam kasus minuman diet ) atau beberapa kombinasi dari semuanya itu. Minuman ringan juga mengandung kafein, pewarna, pengawet dan bahan lainnya.

Minuman ringan pun dapat disajikan secara dingin, dengan es batu atau pada suhu kamar.  Minuman ringan juga tersedia dalam berbagai bentuk, termasuk kaleng, botol kaca, dan botol plastik. Untuk memperoleh minuman ringan memang banyak tersedia di restoran cepat saji, bioskop,  toko kecil di pinggir jalan, dan di bar dari mesin dispenser minuman soda.

Tidak diingkari minuman ringan disebut soft drink untuk membedakan dengan minuman keras alias miras, yaitu minuman yang mengandung alkohol. Sejumlah kecil alkohol mungkin ditemukan dalam minuman ringan, tapi kandungan alkohol musti kurang dari 0,5 persen dari total, apabila memang minuman tersebut dianggap non-alkohol.

Maka jelaslah perihal minuman keras dan minuman ringan alias soft drink. Lantas tentang minuman Kahlua, jelas minuman keras. Yaitu cairan kopi pekat yang terbuat dari kopi Meksiko terbaik, dicampur dengan air tebu dan vanili. Kahlua lebih kental dari semua minuman beralkohol.

Terus, minuman Brandy bagaimana?  Tidak lain cairan hasil saringan anggur atau buah fermentasi lainnya. Brandy diperkenalkan di Eropa Utara oleh para pedagang Belanda di abad 16. Nama Brandy berasal dari kata Belanda, brandewijn, yang berarti anggur bakar. Jenis yang populer adalah Cognac Perancis, Armagnac, dan Calvados. Di Spanyol, juga terdapat Brandy dan terkenal, yang terbuat dari buah-buahan, seperti apel, pir dan cherry.

Peluang Bir Pletok, kendati tidak ada kandungan alkohol, menjadi minuman kelas dunia bukanlah tidak mungkin, selama kita dengan gigih mempromosikan di tingkat global dan ada perusahaan yang berani memproduksi secara massal. Bahwa rasa Bir Pletok mengingatkan atau sejajar dengan Tequila hanyalah perkara selera semata. Bagaimanapun kita harus yakin, betapa langkah Bir Pletok menjadi minuman kelas dunia bukan mengada-ada. (Syamsudin Noer  Moenadi, Jurnalis, Pemerhati Kuliner dan Redaktur channelsatu.com).

About ibra

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *