Selasa , 23 Mei 2017
Home / Hot News / Ngopi di Museum Mandiri, Jakarta, Merajut Celoteh Kaum Urban

Ngopi di Museum Mandiri, Jakarta, Merajut Celoteh Kaum Urban

Pesta Kopi Mandiri. Foto: Snm,
Pesta Kopi Mandiri. Foto: Snm,

Jakarta, channelsatu.com: Untuk kedua kalinya perhelatan Pesta Kopi Mandiri digelar. Untuk tahun ini (2017) diadakan di Jakarta, tepatnya di Museum Bank Mandiri, kawasan Kota Tua Jakarta, selama dua hari pada akhir bulan April 2017. Sebelumnya, Pesta Kopi Mandiri diselenggarakan di kawasan Candi Prambanan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, berlangsung sukses, dan untuk tahun ini berdasarkan pengamatan channelsatu.com kian sukses serta meriah. Setidak ada 30 gerai kopi yang ikut memeriahkan pesta kopi itu, dan  dua hari selama acara berlangsung didatangi 5.000 lebih pengunjung yang sebagian besar kaum urban, teristimewa anak-anak muda perkotaan.

Pesta Kopi Mandiri 2017 ini jelas memenuhi target. Mereka, anak-anak muda perkotaan itu, bisa menikmati beragam jenis kopi Nusantara, mulai dari kopi Bulengleng, Bali, kopi Flores sampai kopi Toraja. Mereka pun berceloteh perihal bagaimana meracik kopi secara baik dan benar sampai berdiskusi mengenai filosofi kopi.

“Dari waktu ke waktu, penikmat alias penggemar kopi sejati jumlahnya kian meningkat, dan makin berkualitas. Mereka tidak sekadar meminum, tapi merasakan bahkan menghayati apa makna jika menyeruput kopi. Selama dua hari, pengunjung yang datang ke kedai Coffee Kulture banyak yang bertanya bagaimana meraciknya. Mereka suka sekali dengan kopi Flores.  Ya, mereka  itulah segmen yang Coffe Kulture bidik,“ ujar Jackson Chalis, pemilik dan pendiri kedai Coffe Kulture, salah satu gerai kopi yang ikut Pesta Kopi Mandiri kepada channelsatu.com. Coffe Kulture sendiri buka kedai di Muara Karang, tepatnya di Pluit  Karang Utara.

Berbicara mengenai tingkat konsumi kopi dan jumlah warung kopi di Indonesia, diakui terdapat peningkatan yang dari tahun ke tahun terus memperlihatkan grafik naik. Data yang didapat channelsatu.com, pada April 2016, pihak Asosiasi Exportir  dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) menyebutkan tingkat konsumsi kopi nasional pada tahun 2013 sebanyak 4.042.000 bungkus.

Tahun 2014, naik menjadi 4.167.000 bungkus. Sedangkan satu bungkus itu setara 60 kilogram. Dengan asumsi peningkatan yang sama, hingga akhir 2016 akan terjadi konsumsi 4.300.000 bungkus atau setara 258.000.000 kilogram, Lantas, berapa jumlah warung kopi di Indonesia? AEKI pernah melakukan penelitian warung kopi di Aceh yang perhitungannya secara sedehana.

Sebuah warung kopi kecil di Aceh bisa menghabiskan 5.000 gelas per hari atau setara 50 kilogram kopi. Maka dengan asumsi itu, ada setidaknya 5.160.000 warung kopi di seluruh Indonesia.  Lalu, apabila dibagi dengan 81.253 jumlah wilayah  setingkat desa dan kelurahaan, rata-rata ada 64 warung kopi di setiap desa dan kelurahaan.

Luar biasa. “Juga luar biasa Pesta Kopi Mandiri ini. Saya dapat pengalaman menarik, banyak hal yang saya tahu akhirnya, terutama soal meracik, khususnya menyaring kopi “ ujar penggemar kopi yang mengaku bernama Benny Khudori yang datang jauh-jauh dari Bandung, kepada channelsatu.com.

Memang, Pesta Kopi Mandiri 2017 waktunya hanya dua hari, akhir April. Untuk Pesta Kopi Mandiri berikutnya akan hadir di Kota Surabaya, Jawa Timur dan Madan, Sumatera Utara. (Syamsudin Noer Moenadi, email nm.syamsudin@yahoo.com)

About ibra

Check Also

Menpar Arief Yahya. Foto: Ist,

Tahun 2017, Kemenpar Menargetkan Membangun 20.000 Homestay

Jakarta, channelsatu.com: Ada tiga program prioritas Kementerian Pariwisata yang diimplementasikan tahun 2017. Yakni : Homestay …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *