Minggu , 26 Januari 2020
Home / PELUANG / Industri Kreatif / Mice Bali, Tempat Wisata Kelas Dunia

Mice Bali, Tempat Wisata Kelas Dunia

The mandhaling. Foto: Ist.
The mandhaling. Foto: Ist.

Bali, channelsatu.com:Berlibur sambil meeting atau meeting sembari berlibur, celotehan semacam itu begitu menyatu di hati, tatkala kaki menginjak bandar udara internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali,  dan perasaan menjadi plong. Sebab hal yang sulit berubah menjadi mudah serta segala sesuatunya pun jadi sederhana.  

Kenapa bisa demikian, maklum kita atau Anda berada di tempat liburan maupun di destinasi MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) kelas dunia. Di Bali pilihan berlibur sangatlah banyak. Anda atau kita bisa bersantai di pantai dengan mencoba banana boat, parasaling, mengendarai jet ski, tidak terkecuali bermain golf, menyelam, berselancar atau snorkeling.

Indonesia layak menjadi surga MICE, yang salah satu tempatnya berada di Bali. Peluang tersebut terbilang besar dan hal ini perlu dicatat. Mengapa? Karena Indonesia menawarkan pelayanan berkualitas tinggi. Namun dengan biaya lebih rendah dibanding negara lain dan hal itupun menjadi pertimbangan sangat menarik bagi tamu mancanegara.

Terdapat data yang patut dicermati dari ICCA (International Congress and Convertion Association) 2016 Indonesia di ranking ke-42 dunia dengan 78 meetings. Sementara Singapura di peringkat 24 dengan 156 meetings, Thailand peringkat 27 dengan 151 meetings dan Malaysia peringkat 35 dengan 113 meetings.

Di satu sisi, hingga tahun 2019 jumlah International Conference &  Meeting di Indonesia diperkirakan 117 even, Incentive 102 even dan Exhibition 130 even. Sedang di lavel ASEAN, peringkat kota yang paling diminati untuk penyelenggaran even MICE berdasarkan data ICCA  adalah nomor satu masih Singapura (156 meetings), disusul Bangkok (103 meetings), Kuala Lumpur (73 meetings), Manila (41 meetings), Bali  (40 meetings), Hanoi (18 meetings) dan Yogyakarta (8 meetings) .

Pihak pemangku kepentingan, yaitu Kementerian Pariwisata berharap wisata MICE terus mengalami peningkatan signifikan dari hari ke hari. MICE ditargetkan naik 10 persen di tahun 2019. Bagaimanapun visi untuk menjadikan Indonesia sebagai destinasi MICE unggulan yang berdaya saing global memang terus diusahakan oleh pemangku kepentingan.

Foto: Ilustrasi.
Foto: Ilustrasi.

Di pihak lain, kenyataan  di lapangan betapa perkembangan industri MICE di Indonesia berjalan lambat. Pertumbuhan hanya lima persen  pertahun. Kalah cepat dengan negara Singapura, Malaysia atau Thailand. Data ICCA 2014 di Asia Pasifik, Indonesia masih di urutan 12 dengan 76 meetings. Sedangkan ketiga negara tersebut sudah berada pada peringkat enam, tujuh dan delapan. Singapura dengan 142 meetings, Malaysia: 133 meetings dan Thailand: 118 meetings.

Tidak dingkari, beragam fasilitas dari meeting room hingga perangkat pendungkungnya disiapkan demi menjaring pasar dan sektor MICE. Perangkat pendukung yang penting ialah transportasi, rekreasi, akomodasi, tempat penyelenggaraan acara semisal hotel, pusat perbelanjaan, hiburan dan ketersediaan SDM.

Terdapat sepuluh kota di Indonesia yang menyediakan semua itu. Satu di antaranya yaitu Denpasar, secara umum Bali. Bali betul-betul menyediakan spot terbaik di dunia. Mau meeting terus belanja dan dilanjutkan kongkow-kongkow di kafe segalanya tersedia di Pulau Dewata. Di Bali bertebaran kafe dari brand lokal sampai internasional.
Juga memiliki kehidupan malam yang gemerlapan dan tidak kalah dengan kota-kota besar dunia lainnya.

Destinasi wisata di Bali membentang dari Pantai Kuta, Legian, Seminyak, Sanur, Nusa Dua, Jimbaran sampai Canggu. Bagi yang ingin suasana tenang dan teduh bisa memilih tempat di Ubud. Di Ubud, Anda dapat menyaksikan keindahan terasering Tegal Alang. Bisa pula setelah meeting  melanjutkan berlibur ke pantai timur Bali, yakni ke Tulamben, juga ke Singaraja di utara Bali. Mau bersantai menikmati mewahnya kapal pesiar alias cruise bisa menuju Penida, Lembongan dan pulau lainnya di sekitar Bali.

Di Bali, tidaklah perlu bingung memilih tempat penginapan atau tempat meeting. Hotel menjamur di mana-mana mulai dari yang berbintang mencorong sampai kelas melati. Di setiap hotel, di Bali, selalu menyediakan meeting room, meskipun hotel itu sebagai hotel keluarga .

Contohnya Hotel The Rhadana Kuta, Bali, yang merupakan Modern Muslim Frendly Hotel, pun menyediakan ruangan meeting dan bersuasana elegan. Di hotel tersebut mempunyai dua ruangan meeting, yaitu The Mandhaling dengan kapasitas 80 orang dan The Sriwijaya dengan kapasitas 26 orang.
Budiman Tanto Wijaya, General Manager, yang ditemui channelsatu.com di Jakarta awal Oktober 2016, bertutur bahwa The Sriwijaya paling kerap dipilih perusahaan untuk meeting. “Bisa jadi memilih ruangan itu lantaran kenyamanan selama meeting dan servis yang kami berikan mereka suka. “Sebagai tempat meeting The Sriwijaya memang favorit.“

Harap digarisbawahi, Bali banyak menghadirkan eksotisme. Itulah sebabnya banyak juga perusahaan yang memilih meeting di Pulau Dewata. Jadi ocehan berlibur sambil meeting atau meeting sembari berlibur, tidaklah salah. Bahkan sudah begitu menyatu di hati para karyawan sesampai tiba di Bali. Harap digarisbawahi lagi, industri pariwisata di Bali tumbuh meroket. Hotel dan vila modern setiap tahun dibangun. Maka tidak usah cemas mencari tempat meeting. (Syamsudin Noer Moenadi, Jurnalis, Pemerhati Pariwisata dan Redaktur channelsatu.com).

About ibra

Check Also

Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan kerjasama menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pematang Pauh, Pulau Penang, Malaysia,  dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) pariwisata berkualitas. Foto: ist.

Poltekpar Medan Gandeng Universiti Teknologi MARA Malaysia Cetak SDM Pariwisata Berkualitas

Jakarta, channelsatu.com:  Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan menggandeng Universiti Teknologi MARA (UiTM) Cawangan Pematang Pauh, Pulau …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *