Sabtu , 18 November 2017
Home / Showbiz / Rilex / “Mangente Ambon” Siap Capai Target Wisatawan 17.109 Orang

“Mangente Ambon” Siap Capai Target Wisatawan 17.109 Orang

Launching Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon”
Launching Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon”

Jakarta, channelsatu.com: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan Launching Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” (Visit Ambon), untuk mengajak orang Maluku dan Diaspora pulang kampung bersama-sama membangun Maluku, yang pelaksanaan kegiatannya di Balairung Soesilo Soedarman, Kementerian Pariwisata, Jakarta pada Sabtu (18/4) kemarin.

Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” merupakan suatu gerakan moral pemerintah dan masyarakat Kota Ambon untuk mengumpulkan seluruh potensi masyarakat dan cendikiawan di dalam maupun di luar Ambon (Maluku), untuk memberikan dukungan dalam mewujudkan AMBON MANISE 2025. Gerakan ini, bertujuan pula mengembalikan citra Ambon Manise sebagai kota wisata yang aman, nyaman, indah dan harmonis, sebagaimana disampaikan Walikota Ambon, Richard Louhanapessy.

Penyelenggaraan Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” dimaksudkan juga untuk lebih memperkenalkan Maluku khususnya Ambon sebagai salah satu destinasi pariwisata Indonesia, memperkenalkan obyek dan daya tarik wisata, selain itu menjadikan kegiatan ini sebagai ajang reunian akbar masyarakat Ambon yang berada di seluruh penjuru dunia, dan mengajak masyarakat Maluku yang berada di luar Maluku untuk turut memberikan sumbangsih bagi percepatan pembangunan daerah, serta mengajak kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian lingkungan, ditambahkan Richard. Secara umum, gerakan ini sekaligus untuk mengembangkan pariwisata kota Ambon melalui berbagai event wisata, seni dan budaya tingkat lokal, nasional maupun internasional selama setahun yang berjumlah 38 event.

Dalam rangka Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon”, pemkot Ambon telah melaksanakan gerakan moral untuk menyampaikan informasi bahwa Kota Ambon adalah kota yang aman dan damai ke seluruh pemda provinsi di Indonesia, juga ke luar negeri ke negara Australia, Amerika dan Belanda serta bertatap muka dengan komunitas masyarakat Maluku yang ada di masing-masing negara dan daerah, untuk selanjutnya mengajak mereka mengunjungi Maluku khususnya Kota Ambon, ditegaskan Richard.

Gubernur Maluku Said Assagaff mengatakan Provinsi Maluku yang berkarakter kepulauan dengan luas wilayah 712.479,65 km2 dengan daratan hanya 7,6% dan lautan 92,4% dan panjang garis pantai 10.630 km memiliki 1340 pulau, 3 kabupaten perbatasan dengan 18 pulau terluar. Penduduk relatif sedikit dan penyebarannya tidak merata serta terkonsentrasi pada pulau-pulau kecil dengan sumber daya alam beragam dalam jumlah kecil dan tersebar.

Maka, dengan launching Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” diharapkan akan mengembalikan citra Maluku dengan pranata adat budaya yang masih dijunjung tinggi “Pela Gandong, Hidup Orang Basudara,” (kerukunan hidup bersaudara yang berbeda agama dan berbeda kampung) juga dapat memacu pembangunan daerah, peningkatan investasi serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Menteri Pariwisata, Arief Yahya mengatakan Provinsi Maluku yang dikenal dengan gugusan “Seribu Pulau” dengan keindahan baharinya yang terdiri dari 11 kabupaten/kota dan Ambon sebagai ibu kota provinsi, sudah dikenal dari abad ke XV pada saat Bangsa Portugis pertama kali menginjak kakinya di Maluku karena kekayaan alam rempah-rempah pala dan cengkeh.

Ambon sebagai salah satu pintu masuk menuju kabupaten/kota di seluruh Maluku, juga sebagai tempat transit menuju Provinsi Maluku Utara, Papua Barat dan Papua dengan akses direct flight dari Jakarta dan Makassar, dan letaknya dekat benua Australia, serta memiliki berbagai potensi baik alam, seni dan budaya, kuliner dan industri kreatif, perlu ditingkatkan promosinya agar image daerah menjadi lebih baik, dan wisatawan baik nusantara maupun wisatawan mancanegara merasa aman dan nyaman serta akan berbondong-bondong mengunjungi Maluku khususnya ke Kota Ambon. Untuk itu Kementerian Pariwisata mendukung kegiatan “Mangente Ambon” dengan memberikan dana sebesar Rp 5 Milyar rupiah,” kata Arief Yahya.

Potensi wisata daerah yang sangat beragam berada di Pulau Ambon dan sekitarnya seperti Pantai Natsepa di Suli juga dikenal dengan rujaknya, Pantai Honimua di Liang, Pantai Lawena, Pulau Pombo tempat snorkeling dan diving, Permandian Air Panas Hatuasa di Tulehu, Kolam Morea/Belut Raksasa di Waai, Benteng Amsterdam di Hila, Mesjid Tua Wapauwe dan Gereja Tua di Hila, Air Terjun Wakulele di Ureng, Batu Lobang di Asilulu (Goa alam), Batu Layar di Wakasihu, Hukurila dan Tanjung Setan (diving), Taman Makam Persemakmuran di Kapaha yang setiap tahun dikunjungi keluarga kerabat dari tentara-tentara Australia & New Zealand serta negara persemakmuran lainnya pada upacara peringatan Anzac Day, 26 April.

Selain itu ada Gong Perdamaian Dunia, Tugu Doolan, Patung Pattimura, Tugu Martha Cristina Tiahahu, Benteng Victoria, Patung Slamet Riyadi, Monumen Rumphius (Ahli Ekologi yang pernah hidup di Pulau Amboina pada abad ke XVI), Museum Siwa Lima, Tempayan Tua di Soya, Pantai Namsua dan Air Terjun Anihang di Naku, sunset di pantai Amahusu, Santai Beach, Pantai Collin, Pantai Namalatu serta Pintu Kota merupakan obyek-obyek wisata yang wajib dikunjungi kalau ke Ambon, menurut Walikota Richard.

Selain potensi wisata yang ada di Pulau Ambon, daya tarik wisata lainnya yang menarik di Kab. Maluku Tengah yang juga sudah diketahui dunia luar seperti Pantai Ora, Sawai, Taman Nasional Manusela yang memiliki berbagai spesies tumbuhan dan hewan endemik, Benteng Duurstede serta Pulau Banda yang pernah dikunjungi Lady Diana yang dikenal dengan keindahan bawah lautnya, Benteng Belgica sebagai World Heritage dari UNESCO, Gereja Tua yang lonceng gerejanya termasuk salah satunya dari 4 yang masih tersisa di dunia, juga ada rumah pengasingan Bung Hatta, Perigi Keramat (sumur), juga bisa dilihat perkebunan pala dan tempat pengasapannya yang sudah dilakukan berabad-abad lamanya.

Kabupaten Seram Bagian Barat juga memiliki pulau-pulaunya yang indah untuk snorkeling / diving yaitu Pulau Osi, Kassa dan Marsegu serta terdapat Air Terjun Pelipih dan Waisia, sedangkan Kab. Seram Bagian Timur dikenal dengan Pulau Kon, pantai Gumamae, pulau Karang Bais serta Danau Mateokian dan Danau Sole. Tak kalah menariknya beberapa tempat di Kab. Maluku Tenggara dan Kota Tual tepatnya di Pulau Kei yang dikenal seperti Pantai Pasir Panjang (Ngurbloat) dan Pantai Ohoililir (Ngur Sarnadan) serta Ngur Tavur yang dikenal pasir putihnya yang halus seperti terigu, Gua Luwat (tulisan dinding), Batu Kapal dan Gua Hawang, serta Pulau Tanimbar Kei yang dikenal dengan rumah tradisional dengan peradaban animismenya.

Kabupaten Maluku Tenggara Barat dengan ibu kotanya Saumlaki dikenal dengan seni budayanya yang menarik dengan obyek wisata Pantai Matakus dan Werluan, Perahu Batu di Desa Sangliat Dol, kerajinan tenun ikat dan ukiran kayu di Desa Tumbur. Untuk Kabupaten Maluku Barat Daya dikenal dengan Pantai Siota dan Pantai Nama, dan tidak kalah menariknya untuk dikunjungi di Kabupaten Kepulauan Aru yang dikenal dengan pasir putih yaitu Pantai Durjela dan Margamar, juga pulau Enu tempat bertelurnya penyu dan tempat munculnya ikan duyung, serta yang menarik terdapat hewan endemik seperti Burung Cendrawasih, Burung Kakatua Raja (hitam) dan Kangguru.

Richard Louhanapessy menambahkan, bahwa sebagai kelanjutan dari Launching “Mangente Ambon” akan diselenggarakan “Grand Launching Mangente Ambon” yang akan dilaksanakan di Kota Ambon pada tanggal 6 Mei 2015 yang dirangkaikan dengan Karnaval dan Festival Budaya Nusantara yang akan dihadiri 98 kota dari seluruh Indonesia serta direncanakan akan dibuka oleh Bapak Presiden RI, selain itu kegiatan Pertemuan Diaspora akan dilaksanakan pada 18-19 Agustus 2015 dan puncak acara “ “Mangente Ambon” pada tanggal 7 September 2015 di Kota Ambon.

Beberapa kegiatan besar dalam rangkaian “Mangente Ambon“ adalah selain Karnaval dan Festival Seni Budaya Nusantara, Konser 20th Glenn Fredly, Gema Ramadhan & Amekx Zamrah Festival, Darwin Ambon International Yacht Race, Festival Musik Etnik dan Modern Dance, Underwater Photography Competition, Ambon Music Festival, Pesta Rakyat Orang Basudara, Pesparawi Nasional, sedangkan puncak acara Tahun Kunjungan Wisata Kota Ambon Manise “Mangente Ambon” diselenggarakan pada tanggal 7 September bertepatan dengan HUT Kota Ambon yang ke-440.

“Dalam upaya mempromosikan potensi pariwisata daerah Maluku khususnya Kota Ambon, Kementerian Pariwisata turut mendukung promosi daerah untuk lebih memperkenalkan Maluku dengan keragaman daya tarik wisatanya yang mempesona, secara khususya Kota Ambon sebagai daerah tujuan wisata, agar lebih dikenal masyarakat luas baik di dalam negeri maupun luar negeri. Diharapkan dengan dukungan promosi daerah dari Kementerian Pariwisata, kunjungan wisatawan mancanegara dan perjalanan wisatawan nusantara ke Maluku akan meningkat, sehingga mendukung pencapaian target nasional tahun 2015 dengan kunjungan wisman 12 juta orang dan pergerakan wisnus 155 ribu orang dapat tercapai,” ujar Arief Yahya.(ibra/dsp)

About ibra

Check Also

Adegan film Hujan Bulan Juni. Foto: Ist.

Film Hujan Bulan Juni, Membungkus Puisi Jadi Kisah Yang Romantis

Jakarta, channelsatu.com: Mendeskripsikan kedalaman puisi Sapardi Djoko Damono dengan kata-kata, adalah keniscayaan. Apalagi ketika menjadi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *