Minggu , 21 Januari 2018
Home / Hot News / Krisna Mukti Bicara Soal Prostitusi Artis, “Ada Artis Muda Ngutang Bayarnya Dengan Badannya”

Krisna Mukti Bicara Soal Prostitusi Artis, “Ada Artis Muda Ngutang Bayarnya Dengan Badannya”

Krisna Mukti. Foto: Ibra
Krisna Mukti. Foto: Ibra

Jakarta, channelsatu.com: Terbongkarnya bisnis esek-esek artis via media sosial yang dilakukan aparat pihak berwajib baru-baru ini, sungguh membuat prihatin anggota DPR RI yang juga selebriti, Krisna Mukti.

“Kalau dibilang prihatin ya sangat prihatin sekali hal ini terjadi,” kata Krisna di depan wartawan yang ditemui Jumat (19/5) malam di Senayan City, Jakarta Selatan.

Hal ini terjadi menurut Krisna karena teknologi yang kian canggih dan satu hal lagi karena hukum yang melakukan protitusi berlaku masih produk zaman Belanda.

“KUHP 296 disebutkan, Barang siapa dengan sengaja menyebabkan atau memudahkan perbuatan cabul oleh orang lain dengan orang lain, dan menjadikannya sebagai pencarian atau kebiasaan, yang melanggar didenda paling banyak Rp 15.000;-. atau diancam pidana penjara paling lama 1,5 tahun. Ini hukuman masih dibuat zaman Belanda dan terlalu ringan hukuman untuk saat ini,” terang Krisna.

Untuk itu, Krisna yang berada di Komisi X, hari Senin (18/5) besok rencananya akan melakukan rapat bersama anggota parlemen lainnya. “Ini tugas Komisi III dan kita akan memberikan masukan agar undang-undang tentang prostitusi yang dibuat zaman Belanda ini, agar direvisi secepatnya,” papar Krisna.

Menurut Krisna, memang mungkin tidak bisa memberantas habis hal ini tapi ini perlu dilakukan demi memberikan efek jera buat pelakunya. “Yang tak kalah pentingnya lagi, jangan sampai kita dapat penilaian buruk lagi di mata dunia. Dari narkoba, masalah lingkungan dan korupsi negara ini sudah mendapat nilai yang buruk di mata dunia. Ma’sa kita akan dapat nilai lagi yang terburuk masalah prostitusi,” tegasnya.

Prostitusi dikalangan artis sendiri bagi Krisna dijelaskannya bukan hal yang mengejutkan. “Hal ini terjadi biasanya mereka terjebak dengan gaya hidup artis yang harus glamor dan wah. Kalau buat pendatang baru yang suting dari pagi hingga malam atau sampai pagi lagi, mereka terima honor antara Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta. Karena sudah merasa jadi artis hebat biasanya mereka terjebak dan akhirnya karena kebutuhan harus menjual diri,” ungkapnya.

“Dulu saya kenal dengan artis muda pinjam uang ke saya. Terus dia kalau ditagih sulit sekali. Karena terus menerus ditagih dan gak mampu bayar, akhirnya dia bilang, hutangnya bayar pake badan aja ya…? Ha..Ha..Ha..masa hutang duit dibayar esek-esek ya.. harus dibayar duit lagilah,” sungut Krisna yang mengaku menolak untuk dibayar hutang duit dengan badan dan menyimpan identitas nama si artis tersebut.

Yang menyedihkan menurut Krisna lagi, prilaku buruk ini ada yang melakukan dari saat belia hingga memasuki usia tua. “Bayangkan ada artis (kembali identitas dirinya disimpan) yang saya kenal dia telah melakukan ini sejak SMP hingga sekarang mau jadi nenek. Si artis mengatakan dia pada waktunya akan berhenti dan bertobat  dengan dalih karena Alloh itu adalah maha pengampun dan maha penyayang. Kalau mereka tahu hukumnya bagaimana cara kita menasehati orang seperti itu,” tuturnya.

Dengan berbagai pristiwa yang dilihatnya sendiri dan khawatir akan terus kian menggila bisnis prostitusi terjadi di negeri ini, kebetulan ia kini berada di parlemen. Maka itu jadi kesempatan untuk tidak disia-siakan Krisna merevisi undang-undang tentang prostitusi.

“Sekali lagi saya ingin mengajak rekan-rekan di parlemen secepatnya merevisi undang-undang ini demi menyelamatkan kerusakan moral bangsa yang kita cintai ini,” sambungnya.

“Sesungguhnya bisnis prostitusi sendiri tak hanya terjadi di lingkungan selebriti tapi sudah masuk di banyak sektor. Termasuk di DPR RI para mucikarinya banyak yang berkeliaran di sini. Teman-teman saya yang lama di DPR bilang dan menunjukan ciri-ciri mereka,” pungkas Krisna. Wow ngeri kan? (ibra)

About ibra

Check Also

Suasana sidang kasus air mineral di di kantor KPPU jalan Ir H Juanda no 36 Jakarta Pusat belum lama ini. Foto: Ist.

Saksi disidang Kasus Air Mineral Diingatkan Hakim Untuk Berkata Jujur

Jakarta, channelsatu.com: Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melanjutkan pemanggilan saksi-saksi atas dugaan pelanggaran Monopoli dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *