Rabu , 22 November 2017
Home / Hot News / KONTRIBUSI PARIWISATA TERHADAP LAPANGAN KERJA MENINGKAT, DARI 11 JUTA TAHUN 2014 MENJADI 13 JUTA TAHUN 2014

KONTRIBUSI PARIWISATA TERHADAP LAPANGAN KERJA MENINGKAT, DARI 11 JUTA TAHUN 2014 MENJADI 13 JUTA TAHUN 2014

foto: Ilustrasi.
foto: Ilustrasi.

Jakarta, channelsatu.com: Industri pariwisata Indonesia mempunyai keunggulan komperatif yang patut disyukuri, karena menjadi terbaik di kawasan regional bahkan melampaui ASEAN. Pesaing utama pariwisata Indonesia adalah Thailand. Sedangkan Negara ASEAN lainnya mudah dikalahkan.

Keunggulan komperatif lainnya adalah country branding Wonderful Indonesia yang semula tidak masuk ranking branding dunia, sekarang berada di ranking 47 sehingga mencerminkan positioning dan differentiating Indonesia di tingkat dunia. Demikian menurut Menteri Pariwisata Indonesia Arief Yahya dalam sambutan acara Focus Group Discusion yang diselenggarakan  Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, awal Maret 2017, bahwa keunggulan komperatif lainnya, pariwisata Indonesia mudah menjadi destinasi utama dunia.

Kegiatan FGD mengangkat tema Harmonisasi dan Sinergi Industi Pariwisata membahas sejumlah permasalahan spesifik yang terkait langsung dengan meningkatkan penjualan produk pariwisata Indonesia ke mancanegara dalam rangka mendukung target kunjungan 15 juta wisatawan tahun 2017.

Pada acara FGD itu, lebih lanjut Arief Yahya menegaskan, “Pariwisata ditetapkan menjadi core business Indonesia, sebab memiliki banyak keunggulan kompetitif dan komperatif. Di antaranya pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar. Kontribusi pariwisata terhadap perekonomian (PDB) nasional semula sebesar 9,5 persen pada 2014 akan meningkat menjadi 15 persen pada 2019 mendatang. Begitu pula pada lapangan kerja yang semula 11 juta menjadi 12 juta.

Sementara Ketua Umum GIPI Didien Junaedy kepada channelsatu.com mengatakan, tahun 2017 menjadi momentum untuk meningkatkan kegiatan penjualan produk wisata secara maksimal.  Dua tahun terakhir ini kegiataan branding dan advertising yang dilancarkan Kementerian Pariwisata secara global dan massif telah berhasil membangun citra dan persepsi global terhadap destinasi Indonesia.

“Diakui tahun 2017 adalah momentum untuk melakukan selling the products, sebagai upaya mencapai target pariwisata nasional,“ kata Didien Junaedy. (Syamsudin Noer Moenadi, email nm.syamsudin@yahoo.com).

About ibra

Check Also

Deni Santo,Kepala Pertanahan Kabupaten Bekasi,Jawa Barat. Foto: ist.

Inovasi IT dan Jemput Bola Cara Cepat Membuat Sertifikat

Bekasi, channelsatu.com: Pemerintahan Presiden Jokowi serius dalam menerapkan kebijakan bahwa aparatur pemerintah adalah pelayan masyarakat. …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *