Minggu , 22 September 2019
Home / Hot News / Ketum Pafindo Gion Prabowo, Lemah Sosialisasi Penyebab Hoax Menyebar Kemana-Mana

Ketum Pafindo Gion Prabowo, Lemah Sosialisasi Penyebab Hoax Menyebar Kemana-Mana

Ketum Pafindo Gion Prabowo. Foto: Ki2.
Ketum Pafindo Gion Prabowo. Foto: Ki2.

Jakarta, channelsatu.com: Hampir setiap hari kita mendapatkan berita Hoax, baik dari kalangan bawah hingga tingkat atas. Apa lagi di tahun politik seperti sekarang ini. Hal semacam itu seolah-olah jadi hal yang lumrah dan sah saja dilakukan. Ini membuktikan bahwa pemerintah gagal merevolusi mental.

Pendapat ini disampaikan Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) Bagiono atau Gion Prabowo sebagai praktisi hukum BPI, dalam Diskusi Kebangsaan yang diselenggarakan oleh DPP GEMURA di Fakultas Kopi, Setia Budi, Jakarta pada Sabtu (16/2/2019) kemarin. Diskusi bertajuk, “Hoax Dimana-mana, Apakah Revolusi Mental Gagal?” ini, dimana juga menghadirkan narasumber Bursah Zarnubi (Ketua Umum PGK), Agustinus Rahardjo (Deputi IV KSP), dan Indrawati Rahmadani (Akademisi).

“Revolusi mental bisa disebutkan gagal dilakukan pemerintah. Terbukti berita Hoax menyebar dimana-mana. Andai sosialisasi dilakukan oleh pemerintah dari awal, saya yakin berita hoax bisa kita redam atau setidaknya bisa diminimalisir,” ucap Gion.

Contoh sederhana disebutkan Gion di zaman teknologi kian canggih seperti sekarang ini, budi pekerti anak terhadap orangtua kian jauh menurun. Penyebabnya, arus informasi yang begitu cepat masuk hingga membuat orang terkesan bisa sesuka hati melakukan sesuatu hanya lewat jari di media handpone. ” Ini sungguh memprihatinkan. Bayangkan anak saya ke sekolah saja jika pakai sepatu jelek, ia akan dibully teman-temannya. Padahal semua tindakan yang negatif akan menimbulkan akibat hukum. Langsung dipenjara. Ini yang sedikit dipahami oleh kita,” aku Gion.

Dikatakan lebih jauh oleh Gion, tidak saja gara-gara Hoax bisa merusak akhlak tapi dampak yang lebih besar rakyat jadi terpecah belah dan melunturkan rasa nasionalisme bahwa kita Satu Bangsa dan Satu Tanah Air, Indonesia. “Ini sungguh membahayakan kita semua. Untuk itu, kita sebagai orang tua harus memulai dari diri sendiri dan juga dari dalam rumah memberi pengertian pada anak-anak betapa besarnya dampak berita hoax itu,” tuturnya.

Selain antisipasi Hoax harus dimulai dari dalam rumah, ancaman Hoax bisa diredam menurut Gion, dilakukan dengan membuat film-film sejarah, yang menuturkan kisah-kisah heroik para pahlawan merebut dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan harapan akan terbangung nasionalisme, rasa persatuan, dan cinta Tanah Air. (Ibra)

About ibra

Check Also

Menpar Arief Yahya (kanan) di Lampung. Foto: Ist.

Menpar Dorong KEK Lampung Diwujudkan Tahun Ini

Lampung, channelsatu.com:  Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mendorong agar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *