Senin , 21 Oktober 2019
Home / Showbiz / Selebriti / Ketum Pafindo Gion Prabowo, “FFI 2019 Harus Jadi Moment Tolok Ukur Kemajuan Film Nasional”

Ketum Pafindo Gion Prabowo, “FFI 2019 Harus Jadi Moment Tolok Ukur Kemajuan Film Nasional”

Ketum Pafindo Gion Prabowo. Foto: Dudut Suhendra Putra.
Ketum Pafindo Gion Prabowo. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Jakarta, channelsatu.com: Komite Festival Film Indonesia (FFI), Senin (23/9/2019) kemarin di The Tribrata, Jakarta Selatan, meluncurkan Piala Citra 20019, sebagai tanda dimulai FFI 2019. Seperti tahun sebelumnya, penghargaan Piala Citra ini tetap mengusung tema besar #FilmBagusCitraIndonesia. Penghargaan Piala Citra adalah ikhtiar bersama mencari, memilih, dan mempromosikan film-film dan kerja artistik terbaik sepanjang tahun, yang dapat mempresentasikan pencapaian tertinggi perfilman Indonesia di tingkat nasional dan lingkup dunia.

Lalu apa komentar Ketua Umum Perkumpulan Artis Film Indonesia (Pafindo) yang juga menjadi Ketua bidang hukum Badan Perfilman Indonesia (BPI), Gion Prabowo. Ini jawbannya di depan awak media kemarin, “FFI itu hajatnya orang film, Pafindo harus terus turut mengawal dan mendukung kegiatan ini. Karena kegiatan FFI yang berskala nasional ini, terutama di FFI 2019 harus jadi moment tolok tolok ukur kemajuan industri film nasional,” ujar Gion yang diamini anggota-anggota Pafindo yang turut hadir, seperti Azzura Pinkan, Tamee Irelly, dan Rency Milano tanda setuju bahwa Pafindo mendukung penuh diselengarakannya FFI 2019.

Ketum Pafindo diapit anggotanya, Azzura Pinkan dan  Tamee Irelly. Foto: Dudut Suhendra Putra.
Ketum Pafindo Gion Prabowo  diapit anggotanya, Azzura Pinkan dan Tamee Irelly. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Untuk mengejar majunya industri film nasional, Gion tak memungkiri, bila ke depannya pemerintah bersama insan film harus membangun wadah untuk memajukan Sumber Daya Manusia di bidang film. ”Saya kira membangun SDM sudah menjadi keharusan. Tidak bisa lagi secara serabutan harus melalui pendidikan yang terencana, terukur dan sistematis. Perlu juga sertifikasi atau kopetensi bagi aktor-aktris serta yang terkait di industri film menuju standarisasi yang dibutuhkan di dunia film,” saran Gion.

Di mata Gion pribadi, film Indonesia sudah semakin baik. Walau begitu masih butuh inovasi, kreatif dan kearifan lokal untuk menuju ke Hollywood. “Semua ini tujuannya tak lain, agar film Indonesia benar-benar mampu jadi tuan rumah di negeri sendiri dan sekaligus bisa bersaing dengan film-film Hollywood. Cara mengukur keberhasilannya lewat jumlah penonton yang menyaksikannya dan lewat festival film,” tandasnya. (Ibra)

About Muhammad Bakti

Check Also

jelita Callebut perenkan Inem di film Inem pelayan Seksi New. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Setelah 33 Tahun Film Inem Pelayan Seksi Kembali ke Bioskop

Jakarta, channelsatu.com: Tahun 1976 atau 33 tahun lalu, Nya Abbas Akup meluncurkan karyanya di film …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *