Senin , 21 Agustus 2017
Home / Hot News / Kemenpar Melakukan Kerjasama Dengan KKP Mengembangkan Wisata Bahari

Kemenpar Melakukan Kerjasama Dengan KKP Mengembangkan Wisata Bahari

Indahnya pesona taman dalam laut Bunaken. Foto: Ilustrasi.
Indahnya pesona taman dalam laut Bunaken. Foto: Ilustrasi.

Jakarta, channelsatu.com: Dibanding Malaysia, wisata baharinya yang menyumbangkan kontribusi terhadap devisa sebesar 20 %, maka Indonesia hanya 10 persen. Dari pendapatan devisa yang hanya 10 % itu, sekarang US S 12,6 miliar, berarti hitungan yang diterima sebesar US $ 1 miliar.

“Angka segitu, biar gampang saja,“ ujar Menteri Pariwisata Indonesia, Arief Yahya saat memberikan sambutan dalam acara meneken kerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Mina Bahari IV, kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta Pusat, Selasa, 7 Februari 2017.

Arief Yahya juga mengungkapkan bahwa selama ini potensi bahari di Indonesia sangat besar. Namun tidak diingkari kontribusi masih tergolong kecil. Padahal sebut saja luas mencapai 3, 1 juta kilometer persegi dengan garis pantai sepanjang 95,181 kilometer, ditambah memiliki 950 jenis terumbu karang.

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menyambut baik kerjasama tersebut. “Hal ini jelas merupakan langkah yang baik untuk menguatkan wisata bahari di Indonesia dan perlu terus menerus ditindaklanjuti,“ ujar Susi Pudjiastuti. Kejarsama itu meliputi penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkompeten, khususnya wisata bahari. Tentang SDM yang berkualitas memang bisa didapat dari sekolah di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Mengenai SDM, terdapat tiga hal. Pertama SDM nya sendiri. Kedua masyarakat dan ketiga unit bisnis. Dengan ketiga hal itu yang solid, tidaklah bisa ditampik wisata bahari di Indonesia akan unggul. Konstribusi ke devisi yang diberikan pun bisa lebih besar lagi sertamerta nantinya dengan mengandalkan jasa.

Meteri Pariwisata Indonesia menargetkan besaran devisa yang dihasilkan, dari pariwisata, bisa mencapai US$ 20 miliar, dan 20 % di antaranya berasal dari wisata bahari. Tahun 2019, proyeksi konstribusi wisata bahari terhadap total devisa periwisata diharapkan mampu mencapai angka US$ 20 miliar.

“Kita proyeksikan 20 % atau US$ 4 miliar, naik 4 kali lipat dalam lima tahun,“ cetus Arief Yahya mengakhiri sambutannya. (Syamsudin Noer Moenadi, email nm.syamsudin@yahoo.com)

About ibra

Check Also

Logo KPPU. Foto: Ilustrasi.

Diduga Bermain Curang, Kasus Air Mineral Segera disidangkan KPPU

Jakarta, channelsatu.com: Pada Oktober 2016, PT. Tirta Fresindo Jaya (PT TFJ) selaku produsen minuman air …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *