
Jakarta, channelsatu.com: Industri film Indonesia belakangan ini bisa dikatakan berkembang pesat tidak saja di Jakarta, bahkan sampai ke pelosok-pelosok daerah. Hal ini diakui oleh sineas beken Riri Reza. Riri bahkan berani mengatakan, ini sebagai puncak kembali kejayaan film Indonesia setelah era Usmar Ismail.
Tolok ukurnya, ia melihat bagaimana film nasional dan daerah yang berhasil diminati penonton di bioskop tapi juga berhasil meraih penghargaan di Festival Film International kelas dunia. Dan, hebatnya lagi film tersebut digarap oleh sineas-sineas lokal yang namanya belum terkenal di jagat industri film nasional. Seperti film Uang Panai, Istirahatlah Kata-Kata, Prenjak, Siti, Ziarah, dan masih banyak film Indonesia lainnya yang berhasil mengharumkan nama bumi Nusantara ini.
Kini, kita juga boleh berbangga diri, karena ada seorang bule bernama David Hanan yang menerbitkan buku film Indonesia, dengan judul “Cultural Specificity In Indonesiaan Film: Diversity in Unity.” Hanan butuh waktu dua tahun untuk menulis buku film Indonesia yang ditulis dalam bahasa Inggris.

Buku ini mengeksplorasi dominasi budaya yang mendasar di dalam negara yang didirikan pada akhir 1948, dengan pencapaian kemerdekaan dari penjajahan Belanda. Dominans ini, misalnya bentuk bahasa tubuh kelompok dan bentuk konsultasi, tidak hanya sebagai produk bangsa, namun terkait dengan formasi dan tradisi yang unik dan panjang di berbagai masyarakat di kepulauan Indonesia.
Meskipun demikain, buku ini tidak hanya terkait dengan tradisi masa lalu, namun juga mengeksplorasi cara-cara bagaimana pembuat film Indonesia membahas secara kritis, aspek khas masyarakat tradisional mereka di film layar lebar, termasuk pada saat posisi sosial wanita, yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini, yang sangat relevan, dengan cara yang dinamis.
Buku yang dijual dengan harga sekitar 1,5 juta rupiah ini, saat peluncurannya Jumat (14/7/2017) siang di Sinematek Jakarta, dihadiri para tokoh film, seperti Slamet Rahardjo, Riri Reza, Titik Puspa, Eros J, Adi Surya Abdy, Christine Hakim, Garin Nugroho, dan nama-nama beken lainya. (Ibra)