Senin , 20 Agustus 2018
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Film The Gift, Diakui Karya Terbaik Dari Hanung Bramantyo

Film The Gift, Diakui Karya Terbaik Dari Hanung Bramantyo

Poster film The Gift. Foto: Ist,
Poster film The Gift. Foto: Ist,

Jakarta, channelsatu.com: 25 film sudah Hanung Bramantyo berkreasi memberikan karya terbaiknya demi turut memajukan industri film nasional. Namun melalui film The Gift yang merupakan karya terbarunya, Hanung merasa inilah karya terbaiknya. Pasalnya, semua yang jadi keinginan Hanung untuk menggarap film ini, produser penuh mempercayakan padanya.

“Maka bisa disebutkan film The Gift, adalah persembahan terbaik dariku dan sekaligus terjujur dari saya,” kata Hanung di depan wartawan disela peluncuran trailer film The Gift kemarin, di Jakarta.

Ia pun tak mempermasalahkan ketika film The Gift yang menjadi produksi perdana dari rumah produksi Seven Sunday Films, dapat jadwal tayang di bioskop di awal Ramadhan. Tepatnya film The Gift, akan tayang serentak di bioskop 24 Mei 2018 mendatang. Maklumlah bagi rumah produksi yang sudah berpengalaman, tayang film bioskop di bulan Ramadhan, adalah merupakan tayang mati, Karena kuat rumor penonton tengah malas datang ke bioskop.

“Bagi kami itu tidak masalah, film The Gift tayang di bulan Ramadhan. Karena film yang dibuat dengan hasil yang baik, dengan hati yang baik, pastinya akan ditonton dengan baik alias tetap banyak diminati penonton,” kata Hanung optimis  yakin mampu mematahkan mitos kalau film tayang di bulan Ramadhan pasti tetap banyak penontonnya.

Film The Gift yang bertema drama ini, diyakini sarat makna yang dibalut kisah romansa anak manusia dalam menemukan cinta, sekaligus makna hidup dan seberapa jauh ia bersedia berkorban demi cinta sejati. Satu hal lagi dalam film ini, penonton juga akan melihat karakter berbeda yang diperankan secara apik oleh Reza Rahadian, bersanding dengan Ayushita Nugraha, Dion Wiyoko dan artis kawakn Christine Hakim sebagai para pemeran utama.

Alur cerita yang unpredictable dan setting film pun disuguhkan dengan tak kalah menariknya, karena mengambil lokasi yang romantis di Jogyakarta dan Menara Pisa, Italia, dengan nilai tambah lainnya, soundtrack yang menghadirkan lagu dari Iwan Fals. (Ibra)

About ibra

Check Also

foto ist.

Film Sara dan Fei Stadhuis Schandaal, Belajar Sejarah Masa Lalu

Jakarta, channelsatu.com: “Saya memang tidak ingin membuat film sejarah, tetapi membuat film yang menggambarkan sebuah …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *