Rabu , 13 Desember 2017
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Film Satu Hari Nanti Kisah Yang Tak Patut Ditiru

Film Satu Hari Nanti Kisah Yang Tak Patut Ditiru

Adegan film Suatu hari nanti. Foto: ist.
Adegan film Suatu hari nanti. Foto: ist.

Jakarta, channelsatu.com: Satu Hari Nanti, inilah film khusus buat usia 21 ke atas yang diproduksi bersama Evergeen dan Rumah Film. Pelakon utamanya adalah bintang-bintang ternama, seperti Adinia Wirasti, Deva Mahenra, Ringgo Agus Rahman dan Ayushita Nugraha. Sutradara dan penulisnya juga kemampuannya tak perlu diragukan lagi, yaitu Salman Aristo. Lokasi sutingnya pun juga oke banget karena menjual panorama indah kota Swiss.

Sayang kisahnya tak patuh ditiru buat generasi muda khususnya, karena bertutur dalam bahasa gambar yang dominan tentang perselingkuhan antara dua pasangan yang bersahabat ketika mereka terkena masalah pribadi. Dan dalam film ini sedihnya lagi, mereka langsung terkena virus budaya barat “yang mensahkan hidup bebas,” yang melempar nafsunya layaknya seperti pasangan suami isteri. Dan film ini bakal ditonton mulai 7 Desember 2017 di bioskop Indonesia pula.

Salman Aristo berdalih mengapa film ini digarapnya, karena peristiwa semacam itu memang ada realitanya disekitar kita. Salman menegaskan pada awak media Selasa (5/12/2017) kemarin di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, ketika disinggung mengapa ia harus membuat film ini?, “Semua dilakukan dari hasil wawancara dan faktanya memang ada kejadian negatif  ini disekitar kita,” kilahnya jujur namun dikhawatirkan dampak negatifnya buat generasi muda kita yang menyaksikannya.

Lebih dalam, Dieman Silmy selaku produser Film Satu Hari Nanti menegaskan, “Film ini berdasarkan hasil riset dengan pendekatan tentang cerita kita semua, yang pernah mengalami atau yang belum mengalami sekalipun. Setidaknya kita belajar atas pilihan-pilihan yang harus diambil,” kilahnya.

Ringkas kisahnya, hadir sosok Bima dan Alya adalah sepasang kekasih yang hidup bersama di Swiss, keduanya menjalani hidup untuk berusaha mengejar mimpinya masing-masing. Rasa takut menjadi modal mereka untuk bertahan satu sama lain, hingga pada akhirnya datang sepasang kekasih lainnya yaitu Din dan Chorina, sahabat Bima dan Alya.

Tepat hari Anniversary Bima dan Alya awal mula kisah romantis lainnya dimulai, ada yang menarik bagi Bima atas kehadiran Chorina, begitupula Alya kedatangan Din menjadi penyemangat dalam hidupnya yang selama ini Bima tak pernah mengertinya. Kini mereka bertukar pasangan, saling berusaha bahagia dan juga menyakiti. Hingga akhirnya mereka sadar, ada yang tak perlu lagi mereka sesalkan, proses belajar menjadikan mereka berani untuk memilih lebih dewasa.

Film : Satu Hari Nanti, Judul : 122 Menit, Jenis Film : Drama, Produser : Dienan Silmy, Sutradara : Salman Aristo, Penulis : Salman Aristo, Produksi : Evergreen Pictures, Rumah Film, Pemain : Deva Mahenra, Ayushita Nugraha, Ringgo Agus Rahman, Donny Damara, Maudy Kusnaedi, Adinia Wirasti. (Ibra)

About ibra

Check Also

Khai Bahar dan Rarra Tarmizi. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Kolaborasi Apik Khai Bahar dan Rarra Tarmizi, Isi Soundtrack Film Haji Kecil

Jakarta, channelsatu.com: Khai Bahar nama penyanyi asal negeri Jiran Malaysia, yang kini lagi populer di …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *