Rabu , 13 Desember 2017
Home / Showbiz / Film, Musik, TV / Ferry Mursyidan Baldan Teteskan Air Mata Saat Saksikan Film Chrisye

Ferry Mursyidan Baldan Teteskan Air Mata Saat Saksikan Film Chrisye

Ferry MUrsyidan Baldan duduk di kanan paling depan. Foto: Dudut Suhendra Putra.
Ferry Mursyidan Baldan duduk di kanan paling depan. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Jakarta, channelsatu.com: Film Chrisye yang menuturkan kisah nyata jatuh bangun seorang legenda musik Indonesia saat meniti karirnya, memang baru akan tayang di bioskop secara resmi 7 Desember 2017 mendatang. Namun ketika Nonton Bareng (Nobar) diberikan untuk orang-orang spesial, utamanya seperti fans beratnya Ferry Mursyidan Baldan, tentu tidak disia-siakannya kesempatan tersebut.

Begitu antusiasnya Ferry melihat kisah idolanya difilmkan, ia mengaku sudah menyaksikan dua kali berturut-turut film besutan Rizal Mantovani tersebut. Ferry tak menyadari air matanya menetes terharu, ketika menyaksikan dalam film ini, Chrisye yang dilakoni Vino Bastian kehilangan suaranya saat latihan menyanyi sehari menjelang konser tunggalnya.

“Saya terharu sekali melihat adegan itu, sampai menangis ketika melihat seorang Chrisye kehilangan suaranya jelang sehari konser tunggalnya,” ujar Ferry di depan awak media Sabtu (2/12/2017) sore usai menyaksikan film Chrisye di Metropole XXI Menteng, Jakarta Pusat yang dipandu pengamat musik Bens Leo.

Ferry juga memberikan beberapa catatan khusus dalam film Chrisye. Contohnya, bagaimana saat Chrisye memutuskan untuk berkarir di musik tapi orangtuanya, terutama ayahnya (Ray Sahetapy) melarangnya dan ingin anaknya jadi Insyur. Namun Chrisye punya cara yang santun untuk menunjukan pilihan hidupnya.

“Saat Chrisye sudah berkeluarga, meskipun sudah punya nama besar di panggung musik dan sekaligus jadi mega bintang, sebagai kepala keluarga Chrisye tak gengsi untuk menggantikan popok anaknya yang masih bayi kena pipis walau di tengah malam buta. Chrisye juga tak malu saat harus membersihkan kamar mandi dan sebagai bapak juga bisa merasakan pedihnya hatinya, ketika anaknya pulang sekolah menangis, akibat diejek teman satu kelasnya karena dianggap suaranya jelek dan tidak sebagus bapaknya,” papar Ferry dimana masyarakat banyak tidak tahu diungkap di film ini sisi lain dari sosok seorang Chrisye.

Poster film Chrisye. Foto: istimewa.
Poster film Chrisye. Foto: istimewa.

“Termasuk bagaimana kegelisahan seorang Chrisye ingin lagunya bermanfaat buat orang banyak dan itu ditemukan lewat lagu yang syairnya begitu menyentuh hati kita, yang ditulis penyair Taufik Ismail, berjudul Ketika Tangan Kaki Bicara,” ucap Ferry.

“Secara keseluruhan film ini bagus dan ok. Vino G. Bastian pas menokohkan sosok Chrisye. Saya suka terutama setelah 1/3 film ini diputar, Vino mainnya saya rasakan aktingnya cakep banget. Velove Vexia yang berperan jadi Isterinya Chrisye, Damayanti Noor juga bagus aktingnya. Cuma lagu yang ditampilkan di film Chrisye saya merasa kurang banyak ya. Maklumlah namanya fans Chrisye ‘kan maunya di film ini banyak lagu-lagunya. Tapi mungkin ada pertimbangan lain buat si pembuat, namun secara keseluruhan sekali lagi film ini bagus,” puji Ferry.

Lengkapnya, inilah ringkasan kisah film Chrisye, yang diawali ketika menemukan minat dan bakatnya dalam dunia musik tidak membuat Chrisye tenang sepanjang hidupnya. Sejak remaja, dia harus menentang ayahnya yang menginginkan Chrisye menjadi seorang insinyur. Chrisye diam-diam bermusik dan berjuang membuktikan bahwa bermusik memang pilihan hidupnya dengan lagu Lilin-Lilin Kecil, Aku Cinta Dia dan masih banyak lagi.

Pencarian jati diri Chrisye terus berlanjut. Menikah dengan Yanti, menjadi mu’alaf dan berkeluarga membuka cakrawala baru Chrisye dalam memandang hidup tapi juga menambah kegelisahan baru. Meskipun Chrisye sudah menjadi penyanyi hebat, dia merasa khawatir tidak bisa menafkahi keluarganya hanya dengan kemampuan bernyanyi hingga Chrisye sempat memutuskan untuk berhenti menyanyi.

Kegelisahan demi kegelisahan membawa Chrisye ke dalam perjalanan spiritual yang panjang. Pencarian hakiki tentang makna hidup inilah yang mendasari Chrisye dalam menciptakan lagu “Ketika Tangan dan Kaki Berkata” yang liriknya ditulis oleh Taufik Ismail. Saat itulah, Chrisye benar-benar menemukan titik balik dalam kehidupan dan karir musiknya. (Ibra)

About ibra

Check Also

Khai Bahar dan Rarra Tarmizi. Foto: Dudut Suhendra Putra.

Kolaborasi Apik Khai Bahar dan Rarra Tarmizi, Isi Soundtrack Film Haji Kecil

Jakarta, channelsatu.com: Khai Bahar nama penyanyi asal negeri Jiran Malaysia, yang kini lagi populer di …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *