Sabtu , 18 November 2017
Home / PELUANG / Deded FeryAndesta, Pedasnya Cabai Melecut Pemuda Berprestasi

Deded FeryAndesta, Pedasnya Cabai Melecut Pemuda Berprestasi

Deded
Deded

Jakarta, channelsatu.com: Peradaban manusia seumur dengan riwayat pertanian. Pertanian adalah hakikat; cara manusia mempertahankan hidup. Memperoleh energi dan kemanfaatan. Budaya bertani mendorong manusia mempelajari alam. Manusia akhirnya mampu merenungkan berbagai gejala alam; pergantian musim, pergantian siang dan malam, dan gejala-gejala dunia flora dan fauna.

Inilah yang secara natural dipelajari Deded FeryAndesta sebagai petani. “Sejak bapak meninggal, saya mengambil posisi ini (petani). Saya banyak belajar dari sini,” ungkapnya lirih, kepada sejumlah wartawan yang ingin tahu lebih jauh sosok pemuda asal Koto Baru Payobasuang Payakumbuh Sumatera Barat ini.

Bersama 56 pemuda terpilih sebagai ‘Wirausaha Muda Berprestasi’ melalui ajang “Pemilihan Wirausaha Muda Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Berprestasi,’ Deded FeryAndesta hadir di Jakarta, belum lama ini.

Deded FeryAndesta, adalah satu dari jutaan pemuda Indonesia yang beruntung. Karena ketekunan dan konsistensinya menjadi petani, ia diundang ke Jakarta untuk menerima hadiah sebagai Juara 1 LombaWirausaha Muda Pemula Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2015, Kategori Pertanian, Peternakan dan Perkebunan.

Selain penghargaan, Deded juga menerima hadiah uang tunai 50 juta rupiah, dari Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda Dan Olahraga Republik Indonesia, sebagai penyelenggara lomba. “Ini adalah jerih payah almarhum bapak. Saya hanya meneruskan yang sudah ada,” ungkap pemuda kelahiran Payakumbuh, 7 Februari 1989 ini rendah hati.

Sarjana Ekonomi lulusan Universitas Putra Indonesia Yayasan Perguruan Tinggi Komputer (UPI-YPTK) Padang ini, fokus pada usaha budidaya cabai, yang diwariskan orangtuanya. Di tahun 2013, bermula dari memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal yang ditanaminya Cabai, kini usaha budidaya Cabai Deded yang diberi nama Tunas Muda, telah memiliki aset puluhan juta. Deded mempekerjakan puluhan karyawan untuk stabilitas suplai bisnisnya, dengan omset pendapatan bersih rata-rata 15 juta rupiah per-bulan. “Dari modal awal tiga juta rupiah, alhamdulillah aset Tunas Muda sekarang mencapai 82 juta rupiah,” terang Deded.

Keunggulan Cabai hasil budidaya Deded antara lain, panjangnya mencapai 33 cm, bijinya lebih sedikit, daging lebih tebal, dan tahan lama. Keunggulan tersebut membuat Cabai hasil budidaya Deded banyak diminati masyarakat. Bertambahnya permintaan Cabai berimbas pada makin besarnya volume penjualan dan ruang lingkup usahanya. “Secara tidak langsung membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar tempat tinggal kami,” ujar Deded.

Menurut Deded, hidup bertani ternyata dapat menjadi sumber inspirasi untuk melakukan hal arif dan berbudi pekerti, serta mencintai lingkungan. “Pertanian sejatinya menjadi kegiatan yang berakar dari bawah tanah, hingga ke surga (langit). Bekerjasama dengan alam. Mengembalikan hakikat alam sebagai bentuk keanekaragaman yang Tuhan ciptakan,” tutur pengagum Nabi Muhammad SAW, serta pengusaha dan investor terkenal asal Amerika Serikat, Warren Edward Buffet ini.

Deded berharap pemerintah terus mendorong minat usaha para pemuda, dan lebih menggiatkan pertumbuhan usaha, khususnya di sektor pertanian. Sebab menurutnya, Indonesia merupakan negara agraris dengan potensial alamnya yang luar biasa.(Ibra)

About ibra

Check Also

Tomm. W. Sosok pengusaha sukses. Foto: Ibra.

Tommy, “Harus Punya Mimpi Jika Ingin Sukses”

Jakarta, channelsatu.com: Ketika kita berhasil mencapai sekolah tinggi dengan sederet gelar di tangan, awalnya kita …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *