Rabu , 27 Mei 2020
Home / Showbiz / Cirebon, Distinasi Negara Gede

Cirebon, Distinasi Negara Gede

Keraton Kesepuhan Cirebon. Foto: Ilustrasi.
Keraton Kesepuhan Cirebon. Foto: Ilustrasi.

Cirebon, channelsatu.com: Tidak terhitung berapa kali saya singgah di Cirebon, kota yang berada di wilayah Provinsi Jawa Barat dan berbatasan dengan Provinsi Jawa Tengah. Setiap mudik ke Surabaya, Jawa Timur, dengan menggunakan kendaraan pribadi, saya selalu mampir ke kota yang kaya akan budaya: Kuliner, batik  keraton dan bangunan kuno.

Kendati hanya tiga empat jam di Cirebon, kota yang berada di pesisir utara Pulau Jawa serta memiliki pelabuhan tempat para pedagang bertemu untuk saling bertukar komoditas perdagangan pada zaman tahun 1400-an, saya tidaklah luput menyempatkan diri sarapan atau makan siang menu Empal Gentong, makanan khas yang mirip hidangan Gulai dengan bumbu santan yang begitu kental.

Jika melakukan perjalanan mudik ke Jawa Timur, saya memilih berangkat setelah subuh, sehingga tiba di Cirebon tepat waktu sarapan. Demikianpun apabila saya ke Cirebon untuk berlibur secara singkat, biasanya hari Jumat pulang Minggu sore, memakai transportasi kereta api, jadwal berangkatnya pagi.

Saking kerapnya bertandang ke Cirebon, baik sendiri maupun bersama keluarga, saya punya tempat langganan menginap. Yakni di hotel berkelas melati yang sangat bersih, nama hotelnya Srikandi terletak di Jalan Tuparev. Sebagaimana kita tahu bahwa Cirebon adalah kota pelabuhan yang kaya budaya. Sebagai kota pelabuhan maka dapatlah dimaklumi terjadi silang budaya. Kedatangan para pedagang dari berbagai penjuru duia, bagaimanapun berdampak pada kebudayaan. Tidak heran Cirebon disebut Grace yang artinya Negara Gede.

Banyak bangunan tua di Ceribon yang jumlahnya kurang lebih 52. Jumlah tersebut mengacu pada surat keputusan Wali Kota Cirebon Nomor 19 Tahun 2001, mengenai Perlindungan dan Pelestarian Kawasan Bangunan Cagar Budaya di Cirebon.

Apabila menginap di Cirebon, lantas memotret Gedung Karesidenan Tangkil yang berada di area seluas 27, 134 meter persegi. Gedung Karesidenan ini didirikan pada tahun 1865 dan berubah-ubah fungsi sampai empat kali , kini  berfungsi sebagai Gedung Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan wilayah.

Bangunan tua yang berada di Cirebon sungguh menawan. Memang tidak semua bangunan tua di Cirebon itu menarik untuk dilihat dan dipandang. Beberapa bangunan tidak terawat dan tampak kusam, bahkan kumuh. Sebaliknya bangunan Stasiun Kereta Api Cirebon tampak mentereng dan gagah.

Stasiun Kereta Api Cirebon yang dibangun tahun 1920 diarsiteki Pieter Andriaan Jacobus Moojen terletak dikeluarahan  Kejaksaan. Karena itu terkadang disebut juga  Stasiun Kejaksaan. Bangunan tua yang lain seperti Gedung Bank Indonesia, Balai Kota Cirebon,  Gereja Santo Yusuf yang dibangun tahun 1878, Masjid Kasepuhan dan Gedung British American Tobaco (BAT) didirikan tahun 1947 terletak di Jalan Pabean Nomor 1, kelihatan bersih, gagah dan mentereng.

Masjid Kasepuhan didirikan sekitar 1480 oleh Sunan Kalijaga dibantu oleh Raden Sepat arsitek dari Majapahit. Masjid Kasepuhan yang indah ini lebih akrab disebut Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Bangunan tua yang juga indah adalah Gedung Bank Indonesia yang dulu adalah kantor De Javasche Bank, berdiri pada 31 Juli 1866, beroperasi 6 Agustus 1866 dengan nama Agent schap Van De Javache Bank Cheribon, dan dikerjakan oleh biro arsitek F.D Cuypers & Hulswit.

Sedang Balai Kota Cirebon biasa juga disebut Gemeente Huis terletak di Jalan Siliwangi dibangun dengan biaya 165.000 gulden selama 18 bulan dari bulan April 1926 sampai September 1927 oleh J.J. Jiskoot. Tentunya masih banyak lagi bangunan tua di Cirebon, tapi setidaknya ada tujuh bangunan yang musti dan wajib dikunjungi. Anda pun bisa berfoto ria dengan latar belakangan gedung tersebut.

Begitu banyak bangunan lama yang berusia di atas 50 tahun, maka  wajarlah Cirebon disebut dengan sebutan Negara Gede. Dan apabila Anda bertandang atau berlibur untuk menikmati sajian kuliner, memborong batik, ya, tidak ada salahnya meluangkan waktu sejenak berkeliling dan melihat-lihat dari dekat bangunan lama yang molek itu di Cirebon. Sungguh Anda akan merasakan betapa megah negeri Indonesia tercinta ini. (Syamsudin Noer Moenadi, Jurnalis, Pemerhati, dan Redaktur ChannelSatu.com).

About ibra

Check Also

Pebrio A. Ryan wajah baru di panggung musik Indonesia. Foto: Ist.

Setelah Ngamen di Amerika, Australia, Cina, Pebrio A. Ryan Mengadu Nasib di Negeri Sendiri

Jakarta, channelsatu.com: Nama pria ganteng Pebrio A. Ryan mungkin masih terasa asing bagi pecinta musik …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *