Senin , 22 Juli 2019
Home / Showbiz / Rilex / Bogor, Distinasi Golf Tingkat Dunia

Bogor, Distinasi Golf Tingkat Dunia

Foto: Ilustrasi.
Foto: Ilustrasi.

Bogor, channelsatu.com: Sudah semustinyalah Bogor yang dulu mendapat julukan kota hujan dan kemudian dijuluki kota angkot karena banyak kendaraan angkot beroperasi sehingga membuat kemacetan, terus memperoleh julukan kota kuliner mi lantaran di Indonesia pedagang mi terbanyak ada di Bogor,  didatangi wisatawan mancanegara (wisman) maupun wisatawan nusantara (wisnus).

Memang jumlah wisman maupun wisnus yang berkunjung ke Bogor dari tahun ke tahun terus naik, grafiknya meroket. Namun harusnya jumlah kedatangan pelancong lebih dari yang diharapkan, mengingat jarak tempuhnya tidak begitu jauh dari Jakarta, lagipula transportasi ke Bogor begitu gampang dicari dan alih-alih lebih enak naik kereta api jarak dekat. Bahkan terdapat beberapa hotel di Jakarta yang menyediakan program tur sehari, berangkat jam tujuh pagi, ke Bogor. Umumnya pelancong yang berminat ke Bogor adalah turis asal Malaysia serta Singapura dan umumnya mereka berolahraga golf.

Ya, turis asal negeri jiran itu, bisa pula turis dari Jepang dan Australia, bermain golf di (wilayah) Bogor. Di Indonesia  ketersediaan lapangan lapangan golf berstandar internasional tergolong lumayan. Tercatat ada sekitar 55 lapangan golf  berstandar internasional di Indonesia. Dari jumlah itu, di antaranya berada di kawasan Bogor.

Masalah tersebut menarik untuk dikembangankan, pasalnya merupakan aset yang tidak bisa dianggap sepele. Ditambah Bogor  banyak mempunyai pendukung wisata yang menjanjikan. Selain dibekali sarana dan prasarana wisata Golf, Bogor juga memiliki  iklim yang sejuk.

Cuaca Bogor sepanjang tahun sangat cocok untuk bermain golf. Terus, jarak antara lapangan golf satu dengan lainnya tidak terlalu jauh. Itulah merupakan potensi, betapa sesungguhnya pada tahun 2020, Bogor bisa berambisi menjadi The World Golf Distination. Kenapa tidak?

Bahwa sejatinya dibanding dengan negara tetangga, misal Thailand, paket wisata main golf di Indonesia terbilang hemat alias murah. Jika turis golf bertandang ke Thailand kabarnya harus mengeluarkan ongkos US$ 1500- 2000 untuk bermain selama lima hari, di Indonesia paket wisata golf itu hanya US$ 1000-1500.

Saya sendiri banyak rekan yang berdomisili di Bogor dan saya kerap menyambangi sembari blusukan ke tempat-tempat wisata, tidak terkecuali Kebun Raya Bogor yang sudah menjadi ikonik. Cerita Kebun Raya Bogor yang dibangun dua ratus tahun lalu, 17 Mei 1817, terlalu panjang untuk ditulis. Namun ada mitos yang menarik disimak. Yakni sebuah bangku taman yang dinaungi pohon Meranti dan beringin serta mitos jembatan gantung warna merah yang melintas di atas sunga Ciliwung yang membelah kebun raya.

Mitos bangku taman itu, dipercaya menyimpan kisah. Apabila sedang berpacaran dan duduk di bangku itu maka dipercaya akan menjadi pasangan yang langgeng. Bangku itu dilindungi pohon meranti bunga (Shorea leprosula) dan beringin langka (Ficus albipila) yang dijuluki Pasangan Pohon Jodoh. Kedua pohon itu termasuk koleksi tertua Kebun Raya Bogor yang luasnya 87 hektar ditanam pada tahun 1870.

Lantas mitos Jembatan Gantung yang membelah kebun raya mendapat sebutan popular Jembatan Cinta.  Tapi pasangan pacaran  yang melewati jembatan itu, berjalan beriringan, dipercaya akan mengalami putus hubungan sepulang dari Kebun Raya Bogor. Benar tidaknya tidak ada yang memastikan. Jika melewati jembatan cinta itu, hendaknya jangan berjalan beriringan berpasangan, lewatilah sendiri-sendiri.

Di Bogor, saya sendiri tidak pernah menginap berlama-lama di sebuah hotel. Maklum banyak sahabat yang berdomisili di sana , juga saudara, yang disinggahi untuk bermalam. Andaikata menginap di hotel, saya memilih bermalam di Hotel Salak yang tidak jauh dari Kebun Raya Bogor.

Kenapa Hotel Salak, lantaran saya punya ingatan mengenai hotel itu, bahwa sastrawan Indonesia yang mumpuni yaitu Iwan Simatupang pernah tinggal lama sekali di salah satu kamar hotel layaknya rumahnya. Di salah satu kamar hotel itulah Iwan Simatupang menulis novel yang tergolong dahsyat seperti Merahnya Merah (terbit 1966), Ziarah (1969), Kering (1972) dan Koong (1975).

Siapa Iwan Simatupang ialah tidak lain Iwan Martua Dongan yang lahir di Sibolga, Sumatera Utara 18 Januari 1928. Tulisannya sering dianggap eksistensialis, suatu aliran filsafat Barat yang banyak dibaca dalam  pengembaraannya di Eropa awal 50-an. Sepulangnya ke Indonesia, Iwan Simatung yang juga berprofesi wartawan memboyong istrinya, Corry yang akhirnya meninggal dunia. Istrinya itulah yang agaknya diabadikan dalam novel- novelnya, terutama bertajuk Ziarah.

Sengaja saya mengingatkan kembali nama sastrawan Indonesia yang jempolan ini untuk kaum muda, sebab tidak dipungkiri kini kaum muda sudah tidak lagi mengenal atau malah tidak mengubris nama Iwan Simatupang. Justru lebih akrab dengan nama-nama selebriti yang sering muncul di layar televisi .

Demikianlah kota Bogor yang banyak menyimpan ingatan dalam melawan lupa. Perlu dicatat, selama tahun 2016 pelancong yang berkunjung ke Kota Bogor mencapai 5,2 juta wisatawan. Persisnya 5.262.233 orang, didominasi wisatawan domestic sebanyak 5.017.578 orang dan 244.646 wisatawan mancanegara.

Tingkat jumlah wisatawan yang datang ke Bogor terus meningkat setiap tahun yang dimulai dari tahun 2014 sebanyak 4,3 juta orang, terdiri atas 4,1 juta wisatawan domestik dan 202.187 wisman. Tahun 2015 sebanyak 4,7 juta orang, terdiri 4,5 juta wisnus dan 222, 406 wisman.

Untuk tahun 2017 targetnya 5,7 juta wisatawan dengan mengandalkan wisnus sebesar 10 persen kenaikan setiap tahun. Menurut  Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata dan Industri Kreatif  Kota Bogor, Shahlan Rasyidi, seperti dikutip dari Kantor Berita Antara, saat ini menjadi alternatif wisata bagi masyarakat Jabotabek.

Selain Bogor memiliki pemandangan alam yang bagus dan sentra kuliner serta dekat dari Ibukota DKI Jakarta, sekarang punya ikon wisata baru yaitu Plaza Tugu Kujang atau Tepas Salapan Lawang Dasakerta. Juga kini ada fasilitas pedestrian di sekeliling Kebun Raya Bogor, maka kiranya wisatawan dapat bersepada dan berolahraga jalan kaki.

Ayolah kita bersantai sekaligus berlibur ke Bogor, juga untuk berolahraga golf atau jalan kaki di Kebun Raya Bogor sambil menghilangkan kepenatan, keruwetan, kesemerawutan, kemacetan Jakarta. Ya, marilah sejenak menghirup kesegaran udara sejuk Bogor. (Syamsudin Noer Moenadi, Jurnalis, Pemerhati Pariwisata dan Redaktur channelsatu.com)

About ibra

Check Also

Turis asing. Foto: Dok. Puskomlik Kemenpar.

Kemenpar Sukses Jaring Wisatawan Timor Leste ke Indonesia Lewat Crossborder Music Festival Atambua 2019

Antambua, channelsatu.com: Kementerian Pariwisata (Kemenpar) sukses menjaring wisatawan Timor Leste ke Indonesia lewat ajang Crossborder …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *